KAJIAN BAHASA AS SEBAGAI BAHASA YANG HAMPIR PUNAH DI DISTRIK MAKBON, SORONG, PAPUA BARAT

Abdul Gaffar Ruskhan

Abstract


Indonesia has the biggest properties of language and literature in the world after Papua Nugini. But the number are not
sure exactly. Based on recent study of SIL, Indonesian has 742 regional languages. A few of them are almost death, even
three of them are death surely. Moreover, study of Pusat Bahasa counts around 60 % from the total goals. Among of languages
endangered is As language in Asbaken, Makbon District, Sorongg, West Papua. According to SIL report, the
speakers are about 230persons only. Namely there is big differentiation between SIL reports and result of this research,
such as only 13 persons: < 25 years old are 4 persons, 25—50years old are 4 persons, and >50 years old are 5persons
only. Based on the amount of speakers, they have only 1 person who still uses the language actively. The death ofAs language
can be happened because of the young people in the society do not speak the language in daily activity or family communication.
It is used by limited speakers above 50 years old. The young generation no longger understands the lexicon and
how to use the language, or even don't comprehend the As language.

 

Indonesia memiliki jumlah bahasa yang terbesar di dunia setelah Papua Nugini. SIL mencatatnya
sebanyak 742 bahasa daerah di Indonesia. Sebagian di antaranya menuju kepunahan, bahkan tiga di
antaranya telah punah. Sementara itu, kajian yang dilakukan Pusat Bahasa mencatat sekitar 60% dari
keseluruhan menuju kepunahan. Salah satu di antaranya adalah bahasa As di Kampung Asbaken, Distrik
Makbon, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Menurut laporan SIL, bahasa itu memiliki 230 penutur. Hal
itu berbanding terbalik dengan hasil penelitian yang dilakukan penulis, yakni berjumlah 13 penutur: 4
orang < 25 tahun, 4 orang berusia 25—50 tahun, dan 5 orang berusia > 50 tahun. Dari jumlah penutur
itu hanya 1 orang yang aktif berbahasa As. Kepunahan bahasa As itu terjadi, antara lain, bahwa generasi
mudanya dalam masyarakat As tidak lagi menggunakan bahasa As, baik dalam percakapan sehari-hari
maupun dalam komunikasi keluarga. Sementara itu, generasi muda tidak memahami leksikon bahasa As
itu dan bagaimananya dalam berbahasa.


Keywords


language attitude; endangered language; phonology; lexicon; sikap bahasa; bahasa terancam punah; fonologi; leksikon 1

Full Text:

PDF

References


Alisjahbana, Sutan Takdir. 1956. Sejarah Bahasa

Indonesia. Djakarta: Pustaka Rakyat.

Alloport, G .W. 1954. "Attitute in History of

Social Psychology". Dalam Warren dan

Jahoda (1973).

Anderson, Edmund A. 1974. "Laguage Attitute,

Belief, and Value: A Study in Linguistic

Cognitive Frameworks". Disertasi:

Georgetown University.

Ayatrohaedi. 1996. "Pemetaan Bahasa: Asas,

Teknik, dan Manfaat". Makalah dalam

Pelatihan Pengumpul Data Penelitian

Kekerabatan dan Pemetaan di Kendari,

—25 Oktober 1996. Jakarta: Pusat

Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Bonny, M.A. dan L.U. Johnson. 1975. Educational

Social Psychology. New York: Mc Millan.

Chaer, Abdul. 2002. Fonologi Bahasa Indonesia.

Jakarta: Rineka Cipta.

Cooper, R. dan Joshua A. Fishman. 1974. "Some

Issues in the Theory and Measurement of

Language Attitute". Kertas Kerja pada

International Seminar on Language

Testing. San Juan.

Crystal, David. 2000. Language Death. Great

Britanian: Cambridge Univrsity.

Edward, John R. 1982. Language, Society, and

Identity.Oxford: Basil Blackwell

Esser, S.J. 1951. "Peta Bahasa-Bahasa di

Indonesia". Djakarta: Kementerian

Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan.

Fishman, Joshua A. (ed.) 1968. Readings in the

Sociology of Language. The Hague: Mouton.

Garvin, Paul L. dan Madeleine Mathiot. 1968.

"The Urbanization of Guarani Language: A

Problem in Language and Culture". Dalam

Fishman, Ed. 1968.

Grimes, Barbara F. (Editor). 1988. Ethnologue:

Languages of the World. Dallas, Texas: The

Summer Institute of Linguistics.

Keraf, Gorys. 1980. Tatabahasa Indonesia. Ende:

Nusa Indah.

Kridalaksana, Harimurti. 1990. Kelas Kata dala.m

Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Lapoliwa, Hans. 1988. Pengantar Fonologi I: Fonetik.

Jakarta: Pusat Bahasa.

Lembaga Bahasa Nasional. 1972. Peta Bahasa-

Bahasa di Indonesia. Jakarta: Lembaga Bahasa

Nasional.

Lyons, John. 1977. Semantics 1. New Yarsey:

Prantice-Hill.

Moeliono, Anton M. 1985. "Sikap Bahasa yang

Bertalian dengan Usaha Pengembangan

dan Pembinaan Bahasa". Makalah dalam

Kongres Bahasa V. Jakarta.

Rumbrawer, Frans. 2007. "Ketanlestarian

Keanekaragaman Bahasa Daerah Papua".

Makalah Kongres Internasional Bahasa-

Bahasa Daerah di Indonesia Wilayah

Timur. 5—7 Agustus 2007. Ambon: Pusat

Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional

dan Pemerintah Provinsi Maluku.

Salzner, Richard. 1960. Sprachen-Atlas des Indopayiftschen

Raumes. Wiesbaden: Otto Harassowitz.

Schane, Sanford A. 1983. Generative Phonology.

New Jersey: Practice-Hall Inc.

SIL International. 1980. Bahasa-Bahasa di Indonesia

(Languages of Indonesia). Edisi I. SIL

Internasional.

____. 2006. Bahasa-Bahasa di Indonesia

(Languages of Indonesia). Edisi Kedua. Jakarta:

SIL Internasional Cabang Indonesia.

Soegono, Dendy et al. 2008. "Bahasa dan Peta

Bahasa di Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

Triandis, Harry C. 1971. Attitute and Attitute

Change. New York: John Wiley& Sons.

Warren, Neil dan Marie Jahoda (Ed.) 1973.

Attitutes. Harmondsworth: Penguin Books

Ltd. Jahoda (Ed.)




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/sawer.v17i1.339

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.