DESKRIPSI MORFEM PELAKU DALAM BAHASA LAIYOLO (DESCRIPTION OF ACTOR MORPHEME IN LAIYOLO LANGUAGE)

Nurlina Arisnawati

Abstract


The research is a description of the actor morpheme in Laiyolo language. The morpheme is a part of the morphological study that is the smallest grammatical unit that has meaning and the unit can be analyzed to be smaller without destroying its meaning. This research is expected to know the classification of the actor morpheme in Laiyolo language. In addition, this research can be used as reference material in linguistics field and its teaching, especially related to the morphology field and the actor morpheme in particular. This research is also of form of documentation toward Laiyolo language as an almost extinct language. The documentation is one the efforts to maintain and preserve the local languages in order not to be extinct. The method used in this research is qualitative descriptive method by using scrutinizing techniques, noting techniques, and interviewing techniques. The result shows that the actor morpheme in Laiyolo language can be classified into three categories, namely 1) morpheme of action actor regarding to its basic or centre, 2) morpheme of profession actor regarding to its basic or centre, and 3) morpheme of actor according to the nature of its basic or center.


abstrak

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan tentang morfem pelaku dalam bahasa Laiyolo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan populasi sebanyak 250 orang dan sampelnya sebanyak 25 orang. Data yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah morfem dalam bahasa Laiyolo yang menyatakan pelaku. Data ini berasal dari dua sumber, yaitu sumber lisan dan tulisan. Data lisan diambil dari informan atau penutur bahasa Laiyolo melalui instrumen yang sudah dibagikan, sedangkan data tulis diperoleh melalui
kepustakaan yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah menyimak, teknik catat, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa morfem pelaku dalam bahasa Laiyolo dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu: 1) morfem pelaku tindakan sehubungan dengan dasarnya/pusatnya, yaitu: pabasa ‘pembaca’, pakoek ‘penyulam’, patarenti ‘pengasuh’, palate ‘pelatih’, palonga-longa/panontong ‘penonton’; 2) morfem pelaku profesi sehubungan dengan dasarnya/pusatnya terbagi atas dua,
yaitu: a) morfem pelaku profesi melalui jalur pendidikan formal, seperti: dottorok ‘dokter’, doseng ‘dosen’, wartawang ‘wartawan’, pilok ‘pilot’, dan b) morfem pelaku profesi tidak melalui jalur pendidikan formal, seperti: pamanasu ‘koki’, sanro ‘dukun’, tukang ‘tukang’, pakelong ‘penyanyi’; dan 3) morfem pelaku sesuai sifat pada dasarnya/pusatnya, seperti: pavejja ‘pemabuk’, marellisik ‘penjijik’, dan pakkonassuang ‘pemarah’.



Keywords


morfem; penanda pelaku; bahasa Laiyolo; morpheme; actor marking; Laiyolo language

Full Text:

PDF

References


Alwi, Hasan. (2005), Kamus Besar Bahasa

Indonesia, Edisi ketiga, Cetakan keempat,

Jakarta: Balai Pustaka.

Amriani, dkk. (2015), Morfologi Nomina dalam

Bahasa Laiyolo (Penelitian Bahasa

Hampir Punah), Makassar: Balai Bahasa

Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi

Barat.

Arisnawati, Nurlina. (2015), Perian Makna

Nomina yang Menyatakan Makna

Bahan Makanan dalam Bahasa Laiyolo.

Makassar: Sawerigading, Jurnal Bahasa

dan Sastra, Volume 21, hh

_________________. 2016. Klasifikasi dan

Deskripsi Leksem Penunjuk Waktu

Berdasarkan Bentuk Lingualnya dalam

Bahasa Laiyolo, Sawerigading.Vol. 23Nomor 1, Juni 2016. Makassar: Balai

Bahasa Sulawesi Selatan.

Chaer, Abdul. (2008), Morfologi Bahasa

Indonesia, Pendekatan Proses, Jakarta:

Rineka Cipta.

Hakim, Zainuddin. (2015), Sintaksis Bahasa

Laiyolo, Makassar: Garis Khatulistiwa.

Kridalaksana, Harimurti. (1985), Tata Bahasa

Deskriptif Bahasa Indonesia, Jakarta:

Pusat Pembinaan dan Pengembangan

Bahasa, Depdikbud.

Maknun, Tadjuddin. (1995), Morfologi Bahasa

Laiyolo: Suatu Tinjauan Deskriptif, Ujung

Pandang: Lembaga Penelitian, Universitas

Hasanuddin.

Marsono. (2011), Morfologi Bahasa Indonesia

dan Nusantara (Morfologi Tujuh Bahasa

Anggota Rumpun Austronesia dalam

Perbandingan), Yogyakarta: Gadjah Mada

University Press.

Rahmatiah, dkk. (2014), “Morfologi Verba

Bahasa Laiyolo”. Makassar: Balai Bahasa

Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi

Sulawesi Barat. (Belum diterbitkan).

Rahmawati, Jimey. (2011), Laiyolo, Riwayatmu

Nanti? http://passompeugi.blogspot.

com/2011/04/laiyolo-riwayatmu-nanti.

html, diakses 5 Februari 2017.

Santoso, Joko. (1996), Verba Bermorfem

Dasar Verba Intransitif dalam Bahasa

Indonesia. Dalam Jurnal Diksi, Edisi 9

Th.4 tahun 1996. (http://id.portalgaruda.

o r g / ? r e f = b r o w s e & m o d = v i e w

journal&journal=238). Diakses tanggal 5

Tupa, Nursiah. (2006), Morfem Penanda Pelaku

dalam Bahasa Makassar, Jurnal Bahasa

dan Sastra, Volume




DOI: https://doi.org/10.26499/sawer.v23i1.191

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

___________________________________________________________________________________________________

SAWEIGADING INDEXED IN:

     
     

_______________________________________________________________________________________________________

 

SAWERIGADING diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)

 SAWERIGADING is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License