ANALISIS MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALTERNATIF PEMBERIAN PENDAPAT SAKSI AHLI BAHASA: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK (Social Media Analysis as an Alternative to Providing Linguist Witness Opinion: Forensic Linguistic Study)

Salimulloh Tegar Sanubarianto

Abstract


Abstract

It is known that statement given by linguist witness is still multi interpreted due to inexistence of methods to measure validity of the testament itself. Thus, this research aims to offer an alternative measure for linguist to provide statement. This research used statute, conceptual, and case approaches. Further, literary study was applied to collect data. The data then was analysed using linguistics forensic experimental description that has been conducted in case study. The result of the study shows that the use of social media as corpus can explain grammatical meaning of a text and its usage tendency in community speaking those languages.

Keywords: linguist witness, forensic linguistics, social media analytics

 

Abstrak

Keterangan saksi ahli bahasa masih memunculkan ruang multitafsir. Para saksi ahli bahasa belum memiliki alat atau metode sebagai tolok ukur validitas pemberian keterangan. Penelitian ini berupaya menawarkan alternatif tolok ukur pemberian keterangan saksi ahli bahasa. Pendekatan penelitian yang digunakan meliputi pendekatan statuta, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi pustaka. Analisis menggunakan deskripsi eksperimental linguistik forensik yang telah dilakukan dalam studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan analisis media sosial dapat memaparkan makna gramatikal teks kebahasaan dan kecenderungan penggunaannya di masyarakat penutur teks kebahasaan tersebut.      

Kata-kata kunci: saksi ahli bahasa, linguistik forensik, analisis media sosial


Keywords


saksi ahli bahasa; linguistik forensik; analisis media sosial; linguist witness, forensic linguistics, social media analytics

Full Text:

PDF

References


Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2008 tentang Meminta Keterangan Saksi Ahli, (2008).

Dilaga, A. P. (2013). Pengaruh Alat Bukti Keterangan Ahli Terhadap Keyakinan Hakim Dalam Putusan Tindak Pidana Korupsi ( Studi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang ). Universitas Negeri Semarang.

Hutabarat, L. C. (2017). 2 Perbedaan Kesaksian Ahli Bahasa di Persidangan Ahok. Medcom.Id. https://www.medcom.id/nasional/hukum/8koXLzYK-2-perbedaan-kesaksian-ahli-bahasa-di-persidangan-ahok

Putusan MAHKAMAH AGUNG Nomor 225 PK/PID.SUS/2011, (2011).

Putusan MAHKAMAH AGUNG Nomor 11 PK/PID/2018, (2018).

Putusan PN DENPASAR Nomor 828/Pid.Sus/2020/PN Dps, (2020).

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana Pasal 1 Angka 28 KUHAP, (1981).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, 1 (2008). papers3://publication/uuid/8C845E4E-CD67-4476-BB4F-7123C56F0449

Jacob, J., & Grimes, C. E. (2003). Kamus Pengantar Bahasa Melayu Kupang. Artha Wacana Press.

Lubis, M., & Maulana, F. A. (2010). Information and electronic transaction law effectiveness (UU-ITE) in Indonesia. Proceeding of the 3rd International Conference on Information and Communication Technology for the Moslem World: ICT Connecting Cultures, ICT4M 2010, 13--19. https://doi.org/10.1109/ICT4M.2010.5971892

Marzuki, P. M. (2014). Penelitian Hukum (Edisi Revi). Kencana Prenada Media Group.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, 1 (2016).

Setiawan, T. (2017). Korpus dalam Kajian Penerjemahan. Perspektif Baru Penelitian Linguistik Korpus Dalam Pengajaran Bahasa, 1–14.

Sidik, S. (2013). Dampak Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terhadap Perubahan Hukum dan Sosial dalam Masyarakat. Jurnal Ilmiah Widya, 1(3), 933–948.

Situmorang, F. S., Bagus, I., & Dharmajaya, S. (2016). Tinjauan Yuridis terhadap Ketentuan Pasal 28 Ayat (2) UU Informasi dan Transaksi Elektronik (Studi Kasus Buni Yani) (Issue 2). Universitas Udayana.

Supratman, L. P. (2018). Penggunaan Media Sosial oleh Digital Native. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 15(1), 47–60. https://doi.org/10.24002/jik.v15i1.1243

Tobing, C. N. (2020). Legal Protection on Female Workers Subject To Harrassment in Work Relations. Jurnal Hukum Dan Peradilan, 9(3), 337. https://doi.org/10.25216/jhp.9.3.2020.337-362

Umboh, P. J. (2013). Fungsi dan Manfaat Saksi Ahli Memberikan Keterangan dalam Proses Perkara Pidana. Lex Crimen, II(2), 112–124.

Winarno, W. A. (2011). Sebuah Kajian pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jurnal Ekonomi Akuntansi Dan Manajemen, X(1), 43–48. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JEAM/article/view/1207/970




DOI: https://doi.org/10.26499/sawer.v27i2.929

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.