Struktur Penyelesaian Konflik dalam Cerita Legenda Wajo: Paradigma Masyarakat Bugis dalam Prespektif Levi-Strauss (The Structure of Conflict Resolution in the Legend Story of Wajo: The Buginese Community Paradigm in Levi-Strauss Perspective)

Andi Herlina, Abdul Rasyid

Abstract


abstrac

Legend as part of folklore is a story that comes from the community and developed in society in the past, storing the values and views of the supporting community. One of them is the legend about Arung Malasa olie. This paper aims to obtain a picture of the community in resolving conflicts contained in the legend of the Wajo community by using the Levi-Strauss structuralism theory. The research data is the story book Hikayat Sultanul Injilai dan Pao-pao Rikadong. This research is qualitative by using description method. The study begins with reading the text to understand the content of the text. The presentation is directed to find the relationship between characters and events in a syntagmatic and paradigmatic way. Next, find the structure of conflict resolution in the story. In the final stage, the structure is interpreted based on the internal structure that exists in Bugis society. The results of the analysis show that there are three forms of conflict resolution including; (1) use power, to decide something. (2) make marriage to unite the parties; (3) the last to negotiate to appoint another party as an intermediary. The three patterns of decision making refer to the structure in Bugis society, namely the concept of tellu cappa (three ends). This philosophy is one of the principles of the Bugis people in achieving their goals, establishing good interactions with the social environment that upholds the dignity of individuals and social beings.

Abstrak

 Legenda sebagai bagian dari folkor merupakan cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau, menyimpan nilai dan pandangan masyarakat pendukungnya. Salah satunya legenda tentang Arung Malasa olie.Tulisan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran masyarakat dalam penyelesain konflik yang terkandung dalam legenda masyarakat Wajo dengan menggunakan teori strukturalisme Levi- Strauss. Data penelitian adalah buku cerita Hikayat Sultanul Injilai dan Pao-pao Rikadong. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode deskripsi. Penelitian diawali dengan pembacaan teks untuk memahami isi teks tersebut. Pemaparan diarahkan untuk menemukan hubungan antara tokoh dan peristiwa secara sintagmatik dan paradigmtik. Selanjutnya menemukan struktur penyelesaian konflik yang ada dalam cerita. Pada tahap akhir struktur tersebut diinterpresikan berdasarkan struktur dalam yang ada di masyarakat Bugis. Hasil analisis menunjukkan adanya tiga  bentuk penyelesaia konflik  antaranya; (1) menggunakan kekuasaan,  untuk memutuskan sesuatu.(2) menjadikan pernikahan untuk  menyatukan pihak-pihak; (3) terakhir berunding untuk mengangkat pihak lain sebagai penengah. Ketiga pola pengambilan keputusan tersebut merujuk pada struktur dalam masyarakat Bugis yakni konsep tellu cappa (tiga ujung). Filosofi tersebut menjadi salah satu prinsip orang Bugis dalam mencapai cita-cita, menjalin interaksi yang baik dengan lingkungan sosial yang menjunjung tinggi harkat dan martabat sebagai individu dan makhluk sosial. 


Keywords


: structure, conflict, Wajo legend, and Bugis society.

Full Text:

PDF

References


Ahimsa, P. (2013). Strukturalisme Levi- Strauss Mitos dan Karya Sastra. Kepel.

Ahmad, S. R. dan H. C. (2011). Prilaku Komunitas Orang Bugis Dari Prespektif Islam. Komunikasi KAREBA, 1.

Dananjaja, J. (1984). Folklor Indonesia (ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain). PT.Temprint.

Faisal. (2019). Negosiasi Nilai-Nilai Kultural Migrasi Muslim di Kabupaten Jayapura Papua. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Helmi, Ayuradi, Saharuddin, S. (2017). ARENA YANG DIAKTIFKAN DALAM AKUMULASI KEPEMILIKAN LAHAN OLEH ETNIK BUGIS DI PERANTAUAN. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan |, 61–66.

Juanda. (2013). Education Value and Foklore Culute Pau-Pau Rikadong Princess Taddampalie. Of Humanity, 1 no 1 Jul.

Kutha, R. N. (2011). Antropologi Sastra:Peranan Unsur-Unsur Kebudayaan Dalam Proses Kreatif. Pustaka Pelajar.

Moleong, L. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosda.

Mulya, K. (1985). Hikayat Sultanul Injilai dan Pau-Pau Rikadong. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Rahmawati, I. (2014). Pemikiran Strukturalisme Levi- Strauss. Jurnal Radefatah.Ac.Id.

Suliyati, T. (2016). ETNIS BUGIS DI KEPULAUAN KARIMUNJAWA: Harmoni dalam Pelestarian Budaya dan Tradisi. Sabda, 11, 67–77.

Yapi, Y. T. (2011). Studi Sastra Lisan: Sejarah, Teori, Metode dan Pendekatan disertai Contoh Penerapanya. Lamalera.

Yapi, Y. T. (2014). Strukturalisme Levi- Strauss sebagai Paradigma Penyelesaian Konflik: Studi Kasus Dua Legenda Rakyat Nusantara. Jurnal Ilmiah Kebudayaan, 8, 79–92.




DOI: https://doi.org/10.26499/sawer.v28i2.924

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

___________________________________________________________________________________________________

SAWEIGADING INDEXED IN:

     
     

_______________________________________________________________________________________________________

 

SAWERIGADING diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya (PPJB-SIP)

 SAWERIGADING is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License