FILOSOFI TALLU LOLONA DALAM HIMNE PASSOMBA TEDONG (ETNOGRAFI KEARIFAN LOKAL TORAJA) [The Philosophy of Tallu Lolona in the Hymns of Passomba Tedong (Ethnography of Torajan Local Wisdom)]

Elim Trika Sudarsi, Nilma Taula’bi’, Markus Deli Girik Allo

Abstract


Abstract

Literature in Toraja, especially oral literature, is important as the identity and the way of life of the community. As one form of cultural products, the philosophy of Tallu Lolona and Hymns of Passomba Tedong is supposed to be kept and constructed due to the Torajan youth generation does not know and understand yet the philosophy of Tallu Lolona in the local wisdom of Toraja. Their comprehension regarding the hymn of Passomba Tedong is merely to witness his ritual without a clear understanding of the hymns spoken in the procedure. Moreover, the number of Tomassomba Tedong (a speaker of Massomba Tedong hymns) in Toraja is only a few years old. The purpose of this research is to describe the philosophy of Tallu Lolona in the hymn of Passomba Tedong, Toraja. The research uses qualitative methods in collecting data. Researchers use instruments, namely: In-depth interviews with linguists and Toraja culture, Tomassomba (the hymn speaker of the Passomba Tedong). The participation observation is equipped by a filed note (observation guide), and a recording tool to document the results of interviews, pictures (photos) with the camera and video capture of the hymn procession of Passomba Tedong. This research was conducted in Toraja. The data analysis technique used the cyclical pattern.


 Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis filosofi Tallu Lolona dalam himne Passomba Tedong Toraja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data  menggunakan instrumen penelitian, yakni wawancara mendalam (in-depth interview) dengan ahli bahasa dan budaya Toraja, tomassomba (penutur himne Passomba Tedong). Observasi partisipasi (participant observation) dilengkapi dengan filed note (pedoman observasi), dan alat perekam untuk mendokumentasikan hasil wawancara, gambar (foto) dengan kamera dan pengambilan video prosesi himne Passomba Tedong. Analisis data yang digunakan dalam penelitan ini adalah pola siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis filosofi Tallu Lolona dalam himne Passomba Tedong Toraja, yakni (1) filosofi lolo patuoan yang direpresentasikan dalam bentuk ungkapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan akan keberadaan ternak kerbau sebagai kurban dalam ritual massomba tedong, (2) filosofi lolo tananan yang dinyatakan dalam bentuk ungkapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan akan melimpahnya hasil panen berupa padi sebagai bahan pemenuhan kebutuhan pokok manusia, dan digunakan untuk prosesi adat lainnya di Toraja, dan (3) filosofi lolo tau yang direpresentasikan dalam bentuk ungkapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan akan kehadiran anak dalam keluarga, keberadaan seluruh rumpun keluarga yang berkumpul dalam ritual tersebut, dan anugerah kesehatan sehingga mereka dimampukan untuk berkarya bagi keluarga mereka.



Keywords


Filosofi Tallu Lolona; Himne Passomba Tedong; Etnografi; Kearifan Lokal Toraja

Full Text:

PDF

References


Creswell, J. W. (2012), Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research (Intergovernmental Panel on Climate Change, Ed.). Boston: Pearson Education, Inc.

Dawson, C. (2002), Practical Research Methods: A user-friendly guide to mastering research techniques and projects. United Kingdom: Oxford OX4 1RE.

Gasong, D., Tandiseru, S. R., & Pasulu, I, (2018) Pelestarian Falsafah Tallu Lolona Kepariwisataan Toraja. Prosiding Seminar Nasional Kepariwisataan Berbasis Riset dan Teknologi Tana Toraja, 45–50. Makale, Tama toraja: SEMKARISTEK 1.

Herianah. (2012) Representasi Nilai Budaya Himne Passomba Tedong : Sebuah Cermin Kearifan Lokal Masyarakat Toraja. Metasastra, 5(1), 21–34.

Indratno, I, (2016) SILAU’NA TONGKONAN SEBAGAI SEBUAH REALITAS TONDOK. Ethos (Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat), 4(1), 75–84.

Mackey, Alison, and Gass, M., S. (2005), Second language research : methodology and design. London: Lawrence Erlbaum Associates, Inc.

Pasande, Sasmanto, D, (2013) Budaya Longko’ Toraja Dalam Perspektif Etika Lawrence Kohlberg. Jurnal Filsafat, 23(2), 117–133. https://doi.org/10.22146/jf.13196.

Peirce, C, (1955). Logic as semiotic: the theory of signs. In Philosophical writings of Peirce. In Philosophical Writings. https://doi.org/10.5840/teachphil200629223.

Randa, F, (2015) TRI{3} HITA KARANA DAN TALLU{3} LOLONA: SEBUAH EKSPLORASI KONSEP AKUNTABILITAS LINGKUNGAN DALAM BUDAYA MASYARAKAT BALI DAN TORAJA. Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia,

(1), 446–451.

Rantetana, M. (2017). OPINI: Falsafah Tallu Lolona Kekuatan Budaya Toraja; Masa Lalu, Sekarang dan Masa Datang– Kareba Toraja. Retrieved November 23, 2019,

from Kareba Toraja website: https://www.karebatoraja.com/opini-falsafahtallu-lolona-kekuatan-budaya-torajamasa-lalu-sekarang-dan-masa-datang/

Sandarupa, S, (2014) Kebudayaan Toraja Modal Bangsa, Milik Dunia. Sosiohumaniora, 16(1), 1–9.

Spradley, J. P. (1980), Participant observation. Orlando, florida: Harcourt Brace Jovanovich Inc.

Waterson, R, (2009). Paths and Rivers: Sa’dan Toraja Society in Transformation. https://doi.org/10.2307/41000147




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/sawer.v25i2.666

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.