KARAKTERISTIK AKSARA LONTARA DAN KAITANNYA DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN MEMBACA BERDASARKAN METODE SULO (Characteristics of Lontara Script and Its Relationship with Reading Learning Strategy Based on Sulo Method)

Muhlis Hadrawi, Nuraidar Agus

Abstract


Lontara script is also called as Buginese script but then extends its usage to Makassarese people, so it is also called Buginese - Makassarese script. Lontara script has a unique characteristic of vocalic and syllabic which in its application raises the complexity of sounds affecting the learners, especially for beginners. This research discusses Bugis Lontara script as material object by discussing two aspects, i.e. the characteristic of Lontara script and the learning strategy especially in reading competence. This research aims to describe the phonetic characteristic of Lontara script which is then associated with obstacles for learners in Lontara literacy learning process, especially at word level to sentence and discourse, and shows effective basic pattern and strategy in Lontara script learning. Generally, the learner is inhibited in Lontara script system such as gemination, glotalstop, and nasal. Those are not represented through the marker (assign) in the script system. Reading Learning of Lontara script based on Sulo method emphasizes on the strategy of form perception and the sound of script which is done back and forth. Sulo Method divides the hierarchy of reading learning materials into four levels in mastering the script, i.e. words, sentences, and discourses. By using Sulo method, the learning practice of Buginese through reading learning activity of Lontara texts in schools has shown significantly results.


Abstrak

Aksara Lontara  disebut juga sebagai aksara Bugis, yang kemudian penggunaannya meluas pada orang Makassar, sehingga disebut juga aksara Bugis-Makassar. Aksara Lontara  memiliki karakteristik yang unik, yaitu vocalic dan sillabic yang dalam penerapannya sering memunculkan kerumitan pengelolaan bunyi yang berdampak kesulitan pembelajaran khususnya bagi pemelajar pemula. Tulisan ini membahas tentang aksara Lontara  Bugis sebagai objek material dengan membahas dua aspek, yaitu karakteristik aksara Lontara  dan strategi pembelajarannya terutama dalam kompetensi membaca. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan ciri fonetik aksara Lontara  yang kemudian dihubungkan dengan kendala bagi pembelajar dalam proses belajar aksara Lontara  terutama pada level kata hingga kalimat dan wacana, serta menunjukkan pola dan strategi dasar yang efektif dalam kegiatan pembelajaran aksara Lontara. Pada umumnya pembelajar terhambat pada sistem aksara Lontara  seperti bunyi geminasi, glotal stop dan nazal yang tidak terwakilkan melalui penanda (assign) dalam sistem aksara. Pembelajaran membaca aksara Lontara  berdasarkan metode Sulo menekankan pada strategi persepsi bentuk dan bunyi aksara yang dilakukan secara bolak-balik. Metode Sulo membagi hierarki materi pembelajaran membaca dalam empat level penguasaan aksara, yaitu: kata, kalimat, dan wacana. Melalui metode Sulo, praktik pembelajaran bahasa Bugis melalui kegiatan pembelajaran membaca teks Lontara  di sekolah-sekolah telah menunjukkan hasil yang signifikan.



Keywords


lontara; Buginese; learning; reading;lontara ; Bugis; pembelajaran; membaca

Full Text:

PDF

References


Brown, H. Douglas. 2008. Prinsip Pembelajaran dan pengajaran Bahasa. Pearson Education: Kedubes AS Jakarta.

Casparis, J.G. de. 1975. Indonesian Palaegraphy; A History of Writing in Indonesia from the Beginings to c. A.D. 1500. Leiden: Brill. (Handbuch der Orientalistik III.4.1).

Chomsky, N. 1964. Current Issues in Linguistic Theory. Dalam J. Fodol & J Karts (ed.). The Structure of Language: Readings in the Philosphy of Language. Englewood Cliffs, Nj: Prencite Hall.

Enre, Fachruddin A.E. 1999. Ritumpanna Welenrengnge: Sebuah Episode Sastra Bugis Klasik Galigo. Jakarta: YOI. Ecole Francaise d’Extreme-Orient. Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Hadrawi, Muhlis. 2017. Assikalaibinen: Kitab Persetubuhan Bugis. Makassar: Ininnawa.

Lukman dan Gusnawaty. 2013. Ancangan Model Pembinaan, Pengembangan, dan Pelestarian Bahasa-Bahasa Daerah di Sulawesi Selatan dari Ancaman Kepunahan. Dalam Prosiding Seminar Antarbangsa ke-2 Arkeologi, Sejarah dan Budaya di Alam Melayu, 26-27 November 2013. ATMA-Universiti Kebangsaan Malaysia.

Macknight, Campbell. 2012. Bugis and Makassar Two Short Grammars. South Sulawesi Studies 1. Karuda Press: Camberra.

Matthes. B.F.1887. Boegineesche Chrestomathie: Tweede-stuk. Batavia: Nederlands.

Noorduyn, Jacobus. 1955. Een Achttiende-Eeuwse Kroniek van Wadjo, Buginese Historiografie. Gravenhage: N.V. Nederlandse Boek en Steendrukkerj.

O’neil F., William. 2008. Ideologi-Ideologi Pendidikan. Pengantar: Mansour Fakih. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: https://doi.org/10.26499/sawer.v23i2.460

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.