SISTEM ASPEK DALAM BAHASA TORAJA

Jusmianti Garing

Abstract


This study is aimed to investigate the aspect systems of Torajan language. The study used qualitative method by
analyzing Torajan discourses. It describes the aspect systems of Torajan language. The results show that there
are two main aspects of Toraja, a perfective and an imperfective aspect. The perfective aspect is marked with the
suffix -mi, -mo, and negation taeq, whereas the imperfective aspect conveys progressive and iterative meaning.
Those features are distinguished by affixes. Prefixes me(N)-, sipaq-, si-, to-, maq-, and sufixes -kanni, -pa convey
the imperfective-progressive meaning which indicates that the action is still ongoing. Whereas, the prefix maqthat
merges in reduplication verbs convey the iterative meaning.

 

Abstrak
Penelitian ini bertujuan menginvestigasi sistem aspek dalam bahasa Toraja. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan objek kajian wacana yang berbahasa Toraja. Wacana tersebut menggambarkan sistem aspek
dalam bahasa Toraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua sistem aspek dalan bahasa Toraja yakni
aspek perfektif dan imperfektif. Aspek perfektif ditandai dengan penggunaan klitik -mi, -mo, dan negasi taeq.
Selanjutnya, aspek imperfektif menyatakan makna progresif dan iteratif. Makna-makna tersebut diindikasikan
melalui proses afiksasi. Prefiks me(N)-, sipaq-, si-, to-,maq-, dan sufiks -kanni,-pamenyatakan makna imperfektif
progresif yang mengindikasikan kejadian yang masih berlangsung, sedangkan prefiks maq- yang bergabung
pada kata kerja ulangan menyatakan makna iteratif.


Keywords


aspect systems; perfective; imperfective; Toraja language; sistem aspek; perfektif; imperfektif; bahasaToraja

Full Text:

PDF

References


Bertinetto, P. M, 2006. Perfectives, Imperfectives,

and Progressives. In Encyclopedia of

Language and Linguistics, Second Edition.

Italy: Elsevier Ltd.

Bybee, J. L., 1985. Morphology. A study of the

Relation Between Meaning and Form.

Amsterdam: John Benjamins.

Bybee, J. Perkins, R., &Pagliuca, W., 1994. The

Evolution of Grammar. London:University

of Chicago.

Comrie, B., 1976. Aspect. Melbourne: Cambridge

University Press.

Hopper, J. P., 1982. Tense-Aspect: Between Semantics and Pragmatics. Amsterdam:

John Benjamins

Lewis, M. Paul (ed.), 2009. Ethnologue:

Languages of the World, Sixteenth edition.

Dallas, Tex.: SIL International. Online

version: http://www.ethnologue.com/.

Nur, M. Rafiuddin, 2008. Aku Bangga Berbahasa

BUGIS: Bahasa Bugis dari ka sampai ha:

Makassar : Rumah Ide.

Sande, J.S. 1986. Sastra Lisan Toraja. Ujung

Pandang: Proyek Penelitian Bahasa dan

Sastra Indonesia dan Daerah Sulawesi

Selatan, Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan.

Sande, J.S. 1978. Struktur Morfologi dan Sintaksis

Bahasa Toraja Saqdan: Ujung Pandang:

Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra

Indonesia dan Daerah Sulawesi Selatan,

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sasse, H-J. 2006. Aspect and Aktionsart. In

Encyclopedia of Language and Linguistics,

second edition. Germany: University of

Cologne.

http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Tae%27.

Diunduh 5 Oktober 2012.

http://c2o-library.net/2010/09/toraj a-1921/.

Diunduh 5 Oktober 2012.




DOI: https://doi.org/10.26499/sawer.v19i1.417

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.