POTENSI PAPPASENG TO RIOLO SEBAGAI PEMBENTUK KEPRIBADIAN MASYARAKAT BUGIS

NFN Sabriah

Abstract


Pappaseng to riolo is one form of literary work told orally and delivered from one generation to the next, however, after Buginese society society familiar with writing, pappaseng is then written on palm leaves. Along with progress of Buginese civilization, pappaseng now is written down on paper. It is done as an effort to pass it for young generation. The paper aims to describe the potentialpappaseng to riolo as forming the personality or character of Buginese society, using descriptive method and technique of recording, taking note, and interpretation. Character pattern implied in pappaseng to riolo is lucky, work hard, responsibility, and obedience aspect

 

Abstrak Pappaseng to riolo merupakan salah satu bentuk sastra yang dituturkan secara lisan dan turun temurun dari generasi ke generasi, namun, setelah masyarakat Bugis mengenal tulisan,pappaseng itu pun ditulis pada daun lontar. Seiring dengan kemajuan peradaban masyarakat Bugis, kini pappaseng itu ditulis di atas kertas (dibukukan). Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mewariskannya kepada generasi muda. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan potensi pappaseng to riolo sebagai pembentuk kepribadian atau pembentuk karakter masyarakat Bugis, dengan menggunakan metode deskriptif serta teknik rekaman, mencatat, dan interpretasi. Bentuk-bentuk kepribadian atau watak yang terkandung dalam pappaseng to riolo tersebut di antaranya, unsur kemujuran, kerja keras, tanggung jawab, dan ketaatan.


Keywords


personality; character aspect in pappasen; unsur kepribadian; karakter dalam pappaseng

Full Text:

PDF

References


Damono, Sapardi Djoko. 1978. Sosiologi Sastra. Jakarta: Pusat Pembinaa dan Pengembangan Bahasa.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1989. Pappaseng (Wasiat Orang Dahulu Kala). Ujung Pandang.

Jemmain. 2001. Pappaseng Sebagai R.efleksi Sosial Masyarakat Bugis. Makassar: Balai Bahasa. Pusat Bahasa Departemen pendidikan Nasional.

Mattalitti, M. Arief. 1986. Pappaseng To Riolo. Jakarta: Departemen Pendidikan da Kebudayaan. Proyek Penebitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah.

Murmahyati. 1997. Nilai-nilai Budaya dalam Sastra Lisan Bugis. Ujung Pandang: Balai Bahasa Ujung Pandang, Pusat Bahasa, Depdiknas.

Sabriah. 1997. Struktur Fabel Sastra Lisan Makassar. Makassar: Balai Bahasa, Pusat Bahasa; Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sikki, Muhammad et al. 1998. Nilai dan Manfaat Pappaseng dalam Sastra Bugis. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Teeuw, A. 1988. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya Girimukti Pusaka.

Wellek, Rene dan Austin Warren. Diterjemahkan oleh Melani Budianta. 1993. Teori Kesusastraan Jakarta: Gramedia.




DOI: https://doi.org/10.26499/sawer.v18i3.406

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.