VERBA DASAR DAN VERBA TURUNAN BAHASA MELAYU PAPUA SERTA PADANANNYA DALAM BAHASA INDONESIA

NFN Supardi

Abstract


Verba Papuan Malay is very different from the other Malay verbs, especially the Malay language in the western
region of Indonesia. The study shows that the verb BahasaMelayu Papua is not built on free morphemes such
as affixes and in Indonesian and Malay descent in the western region, but only built on the free morpheme.
The data in this study were collected by tapping directly and quoted from the three publications in Papua.
The approach used in this study is descriptive pendakatan structural. There is also the method used is the
distributional method. From the analysis result is obtained conclusion. BahasaMelayu Papua verb form of 1)
base morpheme, 2) verbs inflectionsi: (1) prefixation is not productive, (2) lexical reduplication

 

Abstrak
Verba Bahasa Melayu Papua sangat berbeda dengan verba bahasa Melayu lain, terutama bahasa Melayu yang
ada di kawasan barat Indonesia, termasuk dengan bahasa Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa verba
Bahasa Melayu Papua tidak dibangun berdasarkan afiks dan morfem bebas seperti dalam bahasa Indonesia
dan keturunan bahasa Melayu di kawasan barat, tetapi hanya dibangun berdasarkan morfem bebas. Data dalam
penelitian ini dikumpulkan melalui sadap langsung dan dikutip dari tiga terbitan di Papua. Pendekatan yang
digunakan dalam kajian ini adalah pendakatan deskriptif struktural. Ada pun metode yang digunakan adalah
metode distribusional. Dari hasil analisis diperoleh simpulan. Verba bahasa Melayu Papua berupa 1) morfem
dasar, 2) morfem jadian. Verba jadian berupa (1) prefiksasi bersifat tidak produktif, dan (2) reduplikasi leksikal


Keywords


Papuan Malay; morpheme; bace verb; derivational verb; bahasa Melayu Papua; morfem; verba dasar; verba turunan

Full Text:

PDF

References


Adelaar, K. Alexander. 1994. Bahasa Melayik

Purba. Jakarta: Pusat Pembinaan dan

Pengembangan Bahasa, Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan dan

Universitas Leiden.

Alwi, Hasan dkk. 1998. Tata bahasa Baku Bahasa

Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Badudu, Y.S. 1988. Ilmu Bahasa Lapangan.

(Terjemahan). Yogyakarta: Kanisius.

Briton, Laurel L., 1990. The development of English

Aspectual Systems. Cambridges University

Press.

Cruse, Alan. 2000. Meaning in Language. New

York: Oxford University Press.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995.

Bahasa Indonesia. Jakarta.

Djajasudarma, T. Fatimah. 1993 a. Metode

Linguistik: Ancangan Metode Penelitian

dan Kajian. Bandung: Eresco.

_____. 1997. Analisis Bahasa Sintaksis dan

Semantik. Bandung: Humaniora Utama

Press.

Kridalaksana, Harimurti. 1996. Pembentukan

Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Langacker, Ronald W. 1972. Fundamentals of

Linguistic Analysis. New York: Harcourt

Brace Jovanovich Inc.

Lass, Roger. 1991. Fonologi. Terjemahan Drs.

Warsono,MA. Dkk. Semarang: IKIP

Semarang Press.

Martinet, Andre. 1987. Ilmu Bahasa Pengantar.

Terjemahan Rahayu Hidayat. Yogyakarta:

Kanisius.

Ramlan, M. 2001. Ilmu Bahasa Indonesia

Morfologi. Jogyakarta: C.V. Karyono

Parera, Jos Daniel. 1986. Studi Linguistik Umum

dan Historis Bandingan. Jakarta: Erlangga.

Pateda, Mansoer. 1988. Linguistik Sebuah

Pengantar. Bandung: Angkasa.

_____.1996. "Analisis Kontrastif

Antara Bahasa Indonesia dengan Bahasa

Gorontalo". dalam Bahasa dan Sastra

Indonesia.

Samaun. 1994. The Sistem of the Contracted

Form of the Vernacular Bahasa Indonesia

in Jayapura, Irian Jaya. dalam Afeu th V

No.6 March 1994. Jayapura: Program Studi

bahasa Inggris, FKIP Uncen.

Simatupang, M.D.S. 1979. Reduplikasi Morfemiks

Bahasa Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Sudaryanto, 1995. Bahasa dan Cara

Penangannya. Yogyakarta: Kanisius .

Suharno, Ignatius. 1978. Same Note on The

Teaching of Standard Indonesian to

Speakers of Irianese Indonesian. RELC

Conference Paper.

Supardi. 2007. Pengajaran Analisis Konstrastif

Bentukan se- dalam Bahasa Indonesia

dengan Numeralia satu Bahasa Melayu

Papua. Dalam Pendidikan dan Pengajaran

Volume 5, Nomor 1. Februari 2007.

________.2007. Bahasa Indonesia Dialek Papua

dan Perkembangan Bahasa Anak. Dalam

Kibas Cenderawasih Volume 3, Nomor 2.

Oktober 2007

________. 2009. Gambaran Umum Bahasa Melayu

Dialek Papua. Dalam Balai Bahasa

Bandung Volume 5, Nomor 1.

Verhaar, J.W.M. 2001. Asas-Asas Linguistik

Umum. Jogyakarta: Gajah Mada

University Press.




DOI: https://doi.org/10.26499/sawer.v19i1.399

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.