KONSTRUKSI VERBA PASIF DALAM BAHASA MAKASSAR

Nursiah Tupa

Abstract


In language, the use ofpassive voice cannot be avoided on account offact that a statement is not always expressed
using active form. Discussion regarding passive construction will never be separated to active sentence since
traditional grammar upto modern grammar. Method used is descriptive supported by several techniques, ie,
data collection techniques, interview, elicitation, and data processing techniques. Data processing techniques
cover data classification, passive form analysis, and arranging them in form of sentences. In this paper to be
discussed the characteristics of passive verbs, form and distribution in the sentence, meaning and function.

 

Abstrak
Dalam penggunaan bahasa tak dapat dihindari penggunaan kalimat pasif karena suatu pernyataan tidak selalu
dapat dikemukakan dengan bentuk aktif. Pembicaraan mengenai konstruksi pasif tidak pernah terpisahkan
dengan kalimat aktif sejak tata bahasa tradisional sampai dengan tata bahasa modern.. Metode yang digunakan
adalah metode deskriptif, dengan menggunakan beberapa teknik, yakni teknik pengumpulan data, tanya jawab,
elisitasi, dan teknik pengolahan data. Teknik pengolahan data yaitu mengklasifikasikan data, menganalisis
bentuk pasif, dan menyusunnya dalam bentuk kalimat. Dalam makalah ini dibahas ciri-ciri verba pasif, bentuk
dan distribusinya dalam kalimat, serta makna dan fungsinya.


Keywords


passive verbs and structure in sentences ; verba pasif dan strukturnya dalam kalimat

Full Text:

PDF

References


Basang, Djirong dan Aburaerah Arief.1981.

Struktur Bahasa Makassar. Jakarta: Pusat

Pembinaan dan Pengembangan Bahasa;

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Bloomfield, Leonard.1965. Language. New York:

Henry Holt & Co.

Kentjono, Djoko.1982. Dasar-Dasar Linguistik

Umum. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas

Udayana.

Kridalaksana, Harimurti. 1986. Kelas Kata dalam

Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.

Manyambeang. 1978. Kata Tugas dalam Bahasa

Makassar. Jakarta; Pusat Pembinaan

dan Pengembangan Bahasa. Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan.

_____. 1996. Tata Bahasa makassar. Jakarta:

Pusat Pembinaan dan Pengembangan

Bahasa; Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan.

Mulya, Kadir. 1983. Sufiks Bahasa makassar

Dialek Lakiung. Pusat Pembinaan dan

Pengembangan Bahasa. Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan.

Mulya, Kadir. 1996. Verba Bahasa Makassar

dan Komplementasinya. Jakarta: Pusat

Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Palengkahu. 1971. Dialek-Dialek SeSulawesi

Selatan. Pusat Pembinaan dan

Pengembangan Bahasa. Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan.

Ramlan, M 1987. Ilmu Bahasa Indonesia

Sintaksis. Yogyakarta: CV Karyono

_____.1978. Morfologi suatu Tinjauan

Deskriptif Yogyakarta: UP Karyono.

Verhaar, J.W.M. 1977. Pengantar Linguistik

Umum Jilid I. Yogyakarta: Gajah mada

University Press.

Wojowasito, S. 196. Ilmu Kalimat Strukturil.

Bandung: Sinta Dharma.




DOI: https://doi.org/10.26499/sawer.v19i1.396

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.