AFIKS PEMBENTUK VERBA DALAM BAHASA BINONGKO

Jerniati I.

Abstract


Binongko language has a vey important role in daily life for the speakers. In addition to itsfunction as an instructional languae and ethnic identity, Binongko language is also one element of national cultural property. It means that its extinction of vernacular will impact to the loss of cultural elements which is unvaluable. Therefore, the preservation, maintenance, and development through language building and development like research on all aspects of the necessary absolutely must be done. Method used is descriptive. The analysis specifically shows that affix forming verb in Binongko language is much enough, but some of them are not productive its usage in daily communication. In addition, morphophonemic is hardly found in.

 

Bahasa Binongko mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat penuturnya. Selain karena fungsinya sebagai bahasa pengantar dan identitas etnik yang bersangkutan, bahasa Binongko juga merupakan salah satu unsur kekayaan budaya secara nasional. Artinya, punahnya sebuah bahasa daerah akan berdampak pula kepada punahnya unsur kebudayaan yang tiada ternilai harganya. Oleh karena itu, pelestarian dan pemertahanan serta perkembangan melalui pembinaan dan pengembangan bahasa, antara lain melalui penelitian dari berbagai aspek mutlak dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengkajian secara khusus ini menunjukkan bahwa afiks pembentuk verba dalam bahasa Binongko cukup banyak walaupun beberapa di antaranya tidak terlalu produktif penggunaannya dalam komunikasi sehari-hari. Sementara itu, proses morfofonemik hampir tidak ditemukan di dalamnya.


Keywords


vernacular; preservation; affixation; bahasa daerah; pelestarian; afiksasi

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Irwan (editor). 1999. Bahasa Nusantara: Posisi dan Penggunaannya Menjelang Abad ke-21. Jakarta: Pustaka Pelajar

Manyambeang, Abd. Kadir, dkk. 1985. Struktur Bahasa Binongko. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Muslich, Masnur, 1990. Tata Bentuk Bahasa Indonesia Kajian ke Arah Tata Bahasa Deskriptif Malang: Yayasan Asih Asah Asuh.

Samsuri, 1981. Analisis Bahasa Memahami Bahasa Secara Ilmiah. Jakarta:Erlangga.

Sikki Muhammad, 1999. Sistem Morfologi Ajektiva Bahasa Massenrempulu Dialek Maiwa. Dalam Bunga Rampai Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra III tahun 1999.

Sudaryanto, 1988. Metode Linguistik Bagian Pertama.: Ke Arah Memahami Metode Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sugono, Dendy. 2008. Bahasa dan Peta Bahasa Indonesia. Jakartra: Departemen Pendidikan Nasional.

Suwadji, dkk. 1986. Morfosintaksis Bahasa Jawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Usmar, Adnan dkk. 1991. Morfologi dan Sintaksis Bahasa Binongko. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Yamaguchi, M. 1999. "Kedudukan Bahasa Mamuju secara Genealogis dalam Kelompok Bahasa Sulawesi Selatan". Disertasi. Makassar: Universitas Hasanuddin.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/sawer.v18i3.386

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.