I Nengah Budiasa


Balinese verb which means 'memotong' is analysed by NSM (Natural Semantic Metalanguage) theory introduced by
Anna Wierybicka . This theory, then, known as MSA is used to determine the semantic primes and semantic
structure of those verbs.The purpose of this paper is to describe the group, the type, and the semantic structure of verbs
which means 'memotong in Balinese language. It uses observative method for collecting data, equal and distributive
method to analyye data, and informal method to provide the result of analysis. From the data analyzed, it is found
that the Balinese verb which means 'memotong' consists of two groups, those are, (1) the verb which means 'memotong'
by using instrument and (2) the verb which means 'memotong' without instrument inperforrming the acction. It is
also shown from the result that the Balinese verbs which mean 'memotong ' only have one type of semantic primes, that
is, do : cut. In NSM semantic structure, this type has syntax pattern: X do something to Y and Y cut by X.


Verba yang bermakna 'memotong' dalam bahasa Bali dikaji dengan teori NSM (Natural Semantic
Metalanguage) yang dikemukakan oleh Anna Wierzbicka. Teori ini yang kemudian dikenal dengan
teori MSA (Metabahasa Semantik Alamiah) dipakai untuk menentukan makna asali dan struktur
semantis verba tersebut. Tujuan makalah ini alah untuk menjelaskan kelompok, tipe, dan struktur
semantis verba yang bermakna 'memotong dalam bahasa Bali. Dalam pengumpulan data digunakan
metode simak, untuk analisis data digunakan metode padan dan agih, dan untuk penyajian hasil
analisis digunakan metode informal. Berdasarkan data yang dianalisis, hasil kajiannya menunjukkan
bahwa verba yang bermakna 'memotong' dalam bahasa Bali terdiri atas dua kelompok, yaitu (a)
kelompok verb bahasa Bali yang bermakna 'memotong' dengan menggunakan alat dan (2)
kelompok verbabahasa Bali tanpa menggunakan alat dalam melakukan tindakan. Hasil kajiannya
juga menunjukkan bahwa verba bahasa Bali yang bermakna 'memotong' hanya memiliki satu tipe
makna asali, yaitu melakukan : terpotong. Dalam struktur semantis MSA, tipe ini memiliki pola
sintaksis X melakukan sesuatu pada Y dan Yterpotong oleh X.


semantic primes; semantic structure ; makna asali; struktur semantis 227

Full Text:



Arnawa, I Nengah. 2000. "Bladbadan dalam Bahasa

Bali : Sebuah Kajian Semantik ". Denpasar :

Program Magister (S2) Linguistik.

Universitas Udayana.

Beratha, Ni Luh Sutjiati. 1998 "Basic Concept of a

Universal. Semantic Metalanguage' .

Linguistika. (110—115). Denpasar : Program

Magister (S2) Linguistk. Universitas udayana

Frawley, William. 1992. Linguistic Semantics. New

Jersey : Lawrence Eribaum Associates

Givon, Talmy. 1970. "Cause and Control: On the

Semantics Interpersonal Manipulation",

Kimball (ed) 1975. Syntax and Semantics,4 ,

—89. New York : Academic Press.

Goddard, Cliff. 1994. "Semantic Theory and Semantic

Universal", Goddard (Convenor)

Cross- Linguistics Syntax from A

Semantic Point of View (NSM Approach),

—5 Australia: Australian National


Hopper, Paul J. dan Sandra A.Thompson. 1980.

"Transitivity in Grammar and Discourse",

Language 56: 251—299.

Mulyadi. 1998. "Struktur Semantis Verba Bahasa

Indonesia". Denpasar : Program Magister

(S2) Linguistik. Universitas Udayana.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis

Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana

University Press.

Wierzbicka, Anna. 1996d. Semantics : Primes and

Universals. Oxford : Oxford University Press.



  • There are currently no refbacks.

Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 



@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.