FAKTOR SOSIAL PENUTUR SEBAGAI PENENTU KESANTUNAN BERBAHASA BERDASARKAN MAKSIM PERTUTURAN: STUDI KASUS PADA CERITA REMAJA

Widada Hs.

Abstract


Politeness language is needed in communication activities. However, the speech process does not always use polite speechees. The phenomenon of politeness or unpoliteness can occur in the nonfiction or fiction discourse. To know whether the speech fulfil politeness principle or does not, it can be analysed using sociopragmatic theory. The object of this study is the language of the teen literature. The factors, either obey or against, the principle ofpoliteness language are: (1) social status of the participants, (2) the level of participants' intimacy, and (3) the context of situation. If the writer/speaker consciously againsts the maxim of politeness, it is an effort build a conflict in a story.

 

 Abstrak Kesantunan berbahasa diperlukan dalam berbagai kegiatan komunikasi. Namun, tidak selamanya proses bertutur itu menggunakan bahasa yang santun. Fenomena kesantunan atau tidak itu dapat terjadi pada wacana nonfiksi dan juga wacana fiksi. Untuk mengetahui sebuah tuturan itu memenuhi prinsip-prinsip kesantunan atau tidak dapat didasarkan pada teori sosiopragmatik. Adapun yang menjadi objek sasaran penelitian adalah pemakaian bahasa dalam cerita remaja. Faktor yang menyebabkan baik yang mematuhi maupun melanggar terhadap prinsip kesantunan berbahasa adalah: (1) status sosial peserta tutur, (2) tingkat keakraban peserta tutur, dan (3) konteks situasi penutur. Apabila penulis/penutur dengan sadar melakukan pelanggaran terhadap maksim kesantuan itu merupakan usaha dalam rangka membangun sebuah konflik dalam sebuah cerita.


Keywords


social factors; politeness; teen literature; faktor sosial; kesantunan; cerita remaja

Full Text:

PDF

References


Foley, William A. 2001. Anthopological Linguistics. Maiden, Massachussetts: Publisher Ltd.

Gunarwan, Asim. 1992. "Persepsi Kesantunan Direktif dalam Bahasa Indonesia di Antara Beberapa Kelompok Etnik Jakarta" dalam PELLBA 5. Jakarta: Kanisius.

Ibrahim, Abdul Syukur. 1993. Kajian Tindak Tutur. Surabaya: Usaha Nasional.

Leech, Geoffrey. 1993. Prinsip-prinsip Pragmatik. Terjemahan Dr. M.D.D. Oka, M.A. Jakarta: UI Press.

Levinson, Stephen C. 1991. Pragmatics. Cambridge: Cambridge University Press.

Nabuhira, Sakata. 2007. Road to St. Andrews Dandoh. Jilid I—V. Jakarta: Pt Grmadia.

Sisbijanto, Amir. 1995. "Kesantunan Berbahasa". Dalam Surya. Purworejo: IKIP Muhamadiyah.

Sudaryanto. 1986. Metode Linguistik P Ke arah Memahami Metode Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

__________. 1988. Metode Linguistik II: Metode dan Aneka Teknik Pengumpulan Data. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Suyono. 1990. Pragmatik Dasar-Dasar dan Pengajarannya. Malang: Yayasan Asih Asah Asuh. Wijaya, I Dewa Putu. 2002. Dasar-Dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/sawer.v18i2.373

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.