ANALISIS WACANA DALAM SINRILIK KAPPALAK TALLUMBATUA

NFN Hastianah

Abstract


Discourse is the most complete set of language, in the other words, in the grammatical hierarchy; it is the highest and the largest unit. Meanwhile, discourse is realized in complete form of essay in paragraphs, sentences, or words that carry complete messa,ge like novels, books, and encyclopedias. This is a descriptive writing. Its aim is to describe the kind of discourse cohesion devices and elements that form the unity of Sinrilik Kappalak Tallumbatua discourse.. The result shows some grammatical cohetion e.g. reference, substitution, deletion, and conjuction.

 

Abstrak Wacana adalah satuan bahasa terlengkap, atau dalam hierarki gramatikal merupakan satuan tertinggi atau terbesar. Adapun wacana direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh dalam paragraf, kalimat, atau kata yang membawa amanat yang lengkap misalnya, novel, buku, dan ensiklopedia. Tulisan ini bersifat deskriptif. Tujuannya untuk mendeskripsikan jenis alat wacana kohesi serta unsur-unsurnya yang membangun keutuhan wacana Sinrilik Kappalak Tallumbatua.. Hasil penelitian menunjukkan beberapa kohesi yaitu penunjukan, penggantian, pelesapan, dan perangkaian.


Keywords


discourse analysis; sinrilik; analisis wacana; sinrilik

Full Text:

PDF

References


Alwi, Hasan et all. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.(Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka.

Arief, Aburaerah, dkk. 1993. Sinrilik Kappalak Tallumbatua. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Basang, Djirong; Aburaerah Arief. 1981. Tata Bahasa Makassar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Brown, William & George Yule. 1996. Analisis Wacana: Discourse Analysis. Diterjemahkan oleh I. Sutikno. Jakarta: PT Gramedia.

Jerniati I. 1998. "Analisi Wacana Buku Pelajaran Bahasa Mandaruntuk SLTP" (Tesis). Ujung Pandang: Pascasarjana, Universitas Hasanuddin.

------------2001. Analisis Wacana Narasi Bahasa Mandar.. Bunga Rampai. Makassar: Balai Bahasa Ujung Pandang, Departemen Pendidikan Nasional.

Kridalaksana, Harimurti. 1993. Keutuhan Wacana dalam Bahasa dan Sastra. Th. IV, No. 1. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

NNasruddin, 2001. Nilai-Nilai Budaya dalam Sinrilik

Kappalak Tallumbatua. Bunga Rampai. Makassar: Balai Bahasa Ujung Pandang, Departemen Pendidikan Nasional.

Ramlan, 1984. Berbagai Pertalian Semantik Antarkalimat dalam Satuan Wacana Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Lembaga Penelitian Universitas Gajah Mada.

Rasyid, Abd. 2002. Ekspresi Semiotik Tokoh Legendaris dalam Sinrilik Kappalak Tallumbatua. Bunga Rampai. Makassar: Balai Bahasa Ujung Pandang, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sudaryanto, 1992. Metode Linguistik Ke Arah Memahami Metode Linguistik. Yogjakarta: Gadjah Mada University Press. Sugono, Dendy. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Eisi ke-4. Jakarta: Balai Pustaka.

Tarigan, H.G. 1987. Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa.

Wahid, Sugira. 1988. "Analisis Wacana Bahasa Makassar (Wacana Narasi)". (Tesis). Ujung Pandang: Universitas Hasanuddin.




DOI: https://doi.org/10.26499/sawer.v18i1.363

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.