REPRESENTASI IDEOLOGI DAN KEKUASAAN DALAM SEMANTIK WACANA DELIK PERS

NFN Songgo

Abstract


The representation of ideology and power in press offensive discourse semantic is viewed from critical discourse perspective. The research concerns on local newspapers and magazines published during 2005—2008. The research data were collected by the snowball technique. The data is presented using comparative analysis technique by applying meaning component technique, predication and syntaxes principle. Ideology and power are represented through setting, detail, aim, pre-supposition, and nominalization. The results of this research show that: (a) backgraunds are set in order to influence content of the news, (b) intention is required to support the aim of communicator, (c)detail is directed for self interest, (d)  pre-opinion is presented to strengthen an opinion, and (e), nominalization is needed to protect  certain participant mentioned in the topic (news).

 

Abstrak   Masalah yang diuraikan dalam tulisan ini adalah representasi ideologi dan kekuasaan dalam semantik wacana delik pers. Penelitian ini mengkaji berita surat kabar dan majalah nasional dan lokal periode 2005—2008. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik bola salju. Data disajikan dengan metode analisis komparatif dengan teknik komponen makna, kaidah predikasi, dan kaidah sintaksis. Ideologi dan kekuasaan dalam berita direpresentasikan melalui latar, maksud, detail, praanggapan dan nominalisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (a) latar dimunculkan untuk memengaruhi isi berita, (b ) maksud diperlukan untuk mendukung tujuan komunikator, (c ) detail dihadirkan untuk kepentingan diri sendiri, (d ) praanggapan ditampilkan untuk memperkuat suatu pendapat, dan        (e ) nominalisasi dideskripsikan untuk melindungi partisipan tertentu di dalam berita.


Keywords


setting; intention; details; pre-opinion; nominalization; latar; maksud; detail; praanggapan;nominalisasi

Full Text:

PDF

References


Aminuddin, 2010. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Damono, Sapardi Djoko. 2002. Pedoman Penelitian Sosiologi Sastra. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Darma, Budi. 2004. Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

Edraswara, Suwardi. 2011. Metodologi penelitian Sastra. Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta. Caps.

Muthalib, Abdul dan M. Zain Sangi. 1991. Puisi Kalindaqdaq Mandar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

___________ et.al.1985/1986. Pappasang dan Kalindaqdaq. Sulawesi Selatan. Lagaligo. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Proyek penelitian dan Pengkajian Kebudayaan.

Pradotokusumo, Partini Sarjono. 2005. Pengkajian Sastra. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Pusat Bahasa. Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Lembar Komunikasi, Nomor 2/ XVI/2001. Edisi Februari 2001.

Semi, Atar. 1993. Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa

Sikki, Muhammad. Et.al. 1991. Nilai-Nilai Budaya dalam

Susastra Daerah Sulawesi Selatan. Jakarta: Pusat Pembinaan san Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Pradopo, Rachmat Djoko. 2003. Prinsip-Prinsip Kritik Sastra. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.

Teeuw.A. 1991. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wellek, Rene dan Austin Warren. 1993. Teori Kesusastraan. Jakarta. Gramedia.s

Sawerigading




DOI: https://doi.org/10.26499/sawer.v18i2.350

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.