PROSES MORFOLOGIS DALAM BAHASA DAI

David Gustaaf Manuputty

Abstract


Morpheme in the language of Dai has two types of morphemes, i.e. free morphemes and bound morphemes. Generally, the free morphemes are words having single morphemes and consisting of one syllable, as: wun 'roof, wat 'stone', dan mok 'mug'; consisting of two syllables, as: suon 'wind' kamnak 'redpepper', dan nu?man 'how; and consisting of three or more syllables, as: nepno?or 'right', nyema:nyim 'food', dan nananemoh 'horsefly'. On the contrary, the bound morpheme might have sense when it combines with other word or morpheme. Process of this combination might occur through morphemic process as affixation. Using descriptive method and participative observation technique in order to support collected data through questionnaire technique.

 

Abstrak Morfem dalam bahasa Dai memiliki dua jenis morfem, yaitu morfem bebas dan morfem terikat. Morfem bebas umumnya berupa morfem tunggal yang dapat berupa kata yang terdiri atas satu suku kata, seperti: wun 'atap', wat 'batu', dan mok 'cangkir'; yang terdiri atas dua suku kata, seperti: suon 'angin' kamnak 'cabai', dan nu?man 'bagaimana; dan yang terdiri atas tiga suku kata atau lebih, seperti: nepno?or 'benar', nyema:nyim 'makanan', dan nananemoh dangau'. Sebaliknya, morfem terikat baru dapat mengandung makna apabila bergabung dengan kata atau morfem lain. Proses penggabungan ini terjadi melalui proses morfologis yang berupa afiksasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik observasi partisipatif dan diharapkan diperoleh data tentang penggunaan bahasa Dai pada pertemuan-pertemuan intrakelompok guna mendukung data yang diperoleh melalui teknik angket.


Keywords


free morphemes; bound morphemes ; morfem bebas; morfem terikat

Full Text:

PDF

References


Alwi, Hasan. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia.. Jakarta: Balai Pustaka.

____1995. Tatabahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka.

____2000. Bahasa Indonesia: Pemakai dan Pemakaiannya. Jakarta: Pusat Bahasa, Depdiknas.

Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: Raja Grafindo

Persada.

Rumbrawer, Frans. 2006. "Renungan Singkat tentang Kepunahan Aneka Bahasa Daerah di Tanah Maluku". Makalah pada Seminar Pelestarian Bahasa Daerah. Jakarta: Pusat Bahasa, Depdiknas.

Samsuri. 1982. Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga.

SIL. 2006. Bahasa-bahasa di Indonesia. Languages of Indonesia. Jakarta: SIL International Cabang Indonesia.

Verhaar, J.W.M. 1984. Pengantar Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

www.ethnologue.com. Dai: A Language of Indonesia (Maluku).Diunduh tanggal 4 Januari 2011.

Yamaguchi, Masao. 2006. "Bahasa Daerah di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang Terancam Punah". Makalah pada Seminar Pelestarian Bahasa Daerah. Jakarta: Pusat Bahasa, Depdiknas.

Webster, A.S. 1991. Webster's Dictionary and Thesaurus of the English Language. New York: Lexicon Publications Inc.




DOI: https://doi.org/10.26499/sawer.v17i2.314

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.