BENTUK DAN REFERENSI KATA MAKIAN DALAM BAHASA BUGIS

Nurlina Arisnawati

Abstract


This writing explorer the form and reference abusive word in buginese. Abusive word
in Buginese well known as rodda (makkarodda) is emotional language used to express
annoying, angry or dislike feeling toward something. Form of abusive word is
identified based on what is expressed by Buginese speaker when he or she is angry,
annoying, and so on. Beside that, listening attentively technique using. Dictionary of
Buginese-Indonesia is also applied, especially entry naming rough or taboo words.
The conclusion os abusive word in Buginese are: (1) abusive in word form, (2) abusive
in pharase form, and (3) abusive in clause form. While based on the reference, abusive
word in Buginese have several kinds of reference, that is: condition, animal,
supernatural creatures, things, part or body, kinship, and profession.

Abstrak
Tulisan ini mendeskripsikan tentang bagaimana bentuk dan referensi kata makian
dalam bahasa Bugis. Makian yang dalam bahasa Bugis dikenal dengan istilah rodda
(makkarodda) merupakan bahasa yang paling emosional yang digunakan untuk
mengekspresikan rasa jengkel, marah, atau ketidaksenangan terhadap sesuatu yang
tidak mengenakkan perasaan. Bentuk makian dalam bahasa Bugis ini diidentifikasi
berdasarkan makian-makian yang dilontarkan oleh masyarakat/penutur bahasa Bugis
ketika sedang marah, jengkel, dan sebagainya. Selain itu, juga digunakan tekhnik
penyimakan melalui Kamus Bahasa Bugis-Indonesia, terutama kata-kata yang berlabel
kasar atau tabu. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa bentuk makian
dalam bahasa Bugis meliputi: (1) makian berbentuk kata, (2) makian berbentuk frase,
dan (3) makian berbentuk klausa. Sedangkan berdasarkan referensinya, kata makian
dalam bahasa Bugis memiliki beberapa jenis referensi, di antaranya: keadaan, binatang,
makhluk halus, benda-benda, bagian tubuh, kekerabatan, dan profesi.


Keywords


abusive word in Buginese ; kata makian dalam bahasa Bugis

Full Text:

PDF

References


Alwi, Hasan, et al. 2005. Kamus Besar Bahasa

Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Chaer, Abdul dan Agustina, Leonie. 1995.

Sosiolinguistik, Perkenalan Awal.

Jakarta: Rineka Cipta.

Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus

Linguistik. Jakarta: PT Gramedia.

Kurniawan, Candra. 2009. Karakteristik

Bahasa Makian Mahasiswa Sastra

Indonesia Universitas Negeri Malang.

www. karya_ilmiah.um.ac.id

Leech, G.N. 1983. Prinsip-prinsip Pragmatik.

Dialibahasakan oleh M.D.D. Oka.

Jakarta: Universitas Indonesia.

Nababan. 1993. Sosiolinguistik (Suatu

Pengantar). Jakarta: PT Gramedia

Pustaka Utama.

Pateda, Mansoer. 1987. Sosiolinguistik.

Bandung: Angkasa.

Said, M. Ide. 1997. Kamus Bahasa: Bugis-

Indonesia. Ujung Pandang: Pusat

Pembinaan dan Pengembangan

Bahasa, Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan.

Sumarsono dan Partana, Paina. 2004.

Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka

Pelajar.

Wijana, I Dewa Putu dan Rohmadi,

Muhammad. 2006. Sosiolinguistik:

Kajian Teori dan Analisis.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yule, George. 2006. Pragmatik. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Zetya I. 2008. Kata Umpatan adalah Sambal

Terasi Budaya Kita. www. forum.

Detik.com. Diakses 5 September 2009




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/sawer.v16i1.299

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2010 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.