ANALISIS WACANA KISAH ASHABUL KAHFI DALAM TERJEMAHAN ALQURAN: TINJAUAN ASPEK GRAMATIKAL REFEREN

Jerniati I.

Abstract


This writing discusses about translated discourse of Ashabul Kahfi (the people of the cave) in the Qoran which is analyzed using grammatical cohesion theory focused on reference. The analysis aim is realized in personal reference and demonstrative reference. It is done using descriptive method by applying library research technique. Realization of analysis shows that apparatus of grammatical cohesion references plays its function well as the unification of translated discourse of Ashabul Kahfi.
 

 
Abstrak Tulisan ini membahas mengenai wacana terjemahan kisah Ashabul Kahfi dalam Alquran yang dianalisis dengan teori kohesi gramatikal khususnya referen atau pengacuan.Tujuan kajian ini direalisasikan dalam dua hal, yakni pengacuan persona dan pengacuan demonstratif. Kajian dilakukan dengan metode deskriptif, dengan teknik kajian pustaka. Realitas kajian menyatakan bahwa piranti kohesi gramatikal referen telah memerankan fungsinya dengan baik sebagai pengutuh wacana terjemahan kisah Ashabul Kahfi.   
 


Keywords


discourse of Ashabul Kahfi; grammatical cohesion; reference; wacana kisah Ashabul Kahfi; kohesi gramatikal; referen SAWERIGADING

Full Text:

PDF

References


Baryadi, I. Praptono. 1988. ”Salam Pembuka dalam Wacana Langsung.” Makalah Konferensi dan Seminar Nasional V MLI 22—27 Juli 1988. Ujung Pandang.

Dardjowidjoyo, Soenjono. 1986. ”Benang Pengikat dalam Wacana.” Dalam Bambang Kaswanti Purwo (ed). 1986. Pusparagam Linguistik dan Pengajaran Bahasa. Jakarta: Arcan.

Halliday, M.A.K. dan Ruqaiya Hasan. 1976. Cohesian in English. London: Longman.

Jerniati I. 1998. “Analisis Wacana Buku Pelajaran Bahasa Mandar untuk SLTP” Tesis Pascasarjana Unhas.

________. 2007. “Penyulihan dalam Wacana:Terjemahan Alquran Surat Yaasiin” Dalam Linguistik Indonesia No. 2 Tahun ke-25. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Kaswanti Purwo, Bambang. 1987. “Pragmatik Wacana”. Dalam Widyapurwa No.31. Yogyakarta: Balai Bahasa

Kridalaksana, Harimurti. 1987. “Keutuhan Wacana” Dalam Bahasa dan Sastra Tahun IV No.1. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Penyelenggara Penterjemah/Penafsir Alquran. 1971. Alquran dan Terjemahannya. Madinah Munawwarah Kerajaan Saudi Arabia: Al- Mujamma Al- Malik Fahd.

Ramlan. 1984. ”Berbagai Pertalian Semantik Antarkalimat dalam Satuan Wacana Bahasa Indonesia”. Yogyakarta: Lembaga Penelitian Universitas Gadjah Mada.

Shihab, M. Quraish. 2007. Tafsir AlMisbah:Pesan, Kesan, dan Keserasian Alquran (Volume 8). Jakarta: Lentera Hati.

Sumarlan (Ed). 2003. Analisis Wacana, Teori, dan Praktik. Surakarta:Pustaka Cakra.

Tallei. 1988. ”Keterpaduan, Keruntutan, dan Keterbacaan Wacana Buku Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar (Suatu Kajian Analisis Wacana).Disertasi Pascasarjana IKIP Bandung.

Taufiqurrahman, Abu. 1989. Terjemah Majmu’ Syarif. Semarang: PT Karya Toha Putra

Wahid, Sugirah. 1988. ”Analisis Wacana Bahasa Makassar”. Tesis Pascasarjana Unhas Makassar.

Widdowson, H.G. 1978. Teaching Language as Communication. Oxford: University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/sawer.v16i1.286

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.