HAKIKAT HIDUP MASYARAKAT RIAU BERDASARKAN LEGENDA PULAU KIJANG (The Nature of Life of Riau Community based on The Legend of Pulau Kijang)

Sri Sabakti

Abstract


Legend usually contains ancient folk tales related to the events and origins of the occurrence of a place. Legend of Pulau Kijang is a story that tells about the origin of the name of Kijang Island located in Indragiri Hilir Regency, Riau Province. This story contains social aspects and cultural values, especially the traditional values of the Riau Malay community. This analysis  discuss the orientation of cultural values on the story of Pulau Kijang. Due to the fact that literary works are reflections of people's lives, this analysis applies a literary sociolog approach. The method used is descriptive-analytical method. This method is used to describe, comprehend, and elucidate the cultural elements in literary works, then followed by analysis. The result of the analysis indicates that the orientation of the human life is a good life, the creation is to enhance the achievement, the orientation of human nature with the time consider to the important of the past, the human view that nature has extraordinary power, the orientation of human relationship each pther emphasizes on vertical relationship. The orientation of cultural values in the story of Pulau Kijang  refers to the cultural values of traditional Riau Malay community that is animism and dinamism belief systems. After the coming of Islam, the orientation of the cultural value of Malay community has changed from the past to the future of life.


Abstrak

Legenda biasanya berisi cerita rakyat zaman dahulu yang berkaitan dengan peristiwa dan asal-usul terjadinya suatu tempat. Legenda Pulau Kijang merupakan cerita yang berisi tentang asal-mula nama Pulau Kijang yang berada di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.Ceritaini mengandungaspek-aspek sosial dan nilai-nilai budaya, khususnya nilai-nilai tradisional masyarakat Melayu Riau. Analisis ini membahas konsep nilai tentang hakikat kehidupan pada cerita Pulau Kijang. Karena karya sastra adalah cerminan kehidupan masyarakat, analisis ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analitiks. Metode ini digunakan untuk menguraikan, memahami, dan menjelaskan unsur-unsur budaya dalam karya sastra kemudian disusul dengan analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa orientasi hakikat hidup manusia adalah hidup itu baikkarya itu untuk mempertinggi prestasi, orientasi hakikat manusia dengan waktumemandang penting masa lampau, manusia memandang bahwa alam itu mempunyai kekuatan yang luar biasa, orientasi hubungan manusia dengan sesamanyamenekankan hubungan vertikal. Orientasi nilai budaya dalam cerita Pulau Kijang mengacu pada nilai budaya masyarakat tradisional Melayu Riau, yaitu sistem kepercayaan animisme dan dinamisme. Setelah agama Islam masuk, orientasi nilai budaya masyarakat Melayu mengalami perubahan.



Keywords


legend of Pulau Kijang; literary sociology; the life nature; legenda Pulau Kijang; sosiologi sastra; hakikat hidup

Full Text:

PDF

References


Damono, Sapardi Djoko. (2003), Sosiologi Sastra, Semarang: Ilmu Susastra, Universitas Diponegoro.

Ghalib, Wan. (1986) Adat-Istiadat Dalam Pergaulan Orang Melayu, Masyarakat Melayu Riau dan Kebudayaannya, Pekanbaru: Pemerintah Provinsi Daerah Tingkat I Riau.

Hamidy, U. (2002), Riau Doeloe-Kini Dan Bayangan Masa Depan, Pekanbaru: Pusat Pengkajian Melayu, Universitas Islam Riau.

Ikbal. (2008), Legenda Pulau Kijang dalam Asal Mula Ibu Kota Kecamatan Reteh, Pekanbaru: Gurindam Press.

Junus, Umar. (1986), Sosiologi Sastera, Persoalan Teori Dan Metode. Pertama, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Koentjaraningrat. (2000), Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: PT Rineka Cipta.

Pamuji, Herman. (2013), Orientasi Nilai Budaya Dalam Kautamaning Laku Persaudaraan Setia Hati Ternate, Jakarta: Universitas Indonesia. diambil dari http://lib.ui.ac.id/naskahringkas/2015-08/S44683-Herman Pamuji (diakses tanggal 25 Juli 2017).

Ratna, Nyoman Kutha. (2004), Teori, Metode, Dan Teknik Penelitian Sastra, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rizal, Alang dan Saukani Al Karim, ed. (2008), Pulau Kijang, Asal Mula Ibu Kota Kecamatan Reteh. Pekanbaru: Gurimdam Press.

Suwardi, M. S. (1991), Budaya Melayu Dalam Perjalanannya Menuju Masa Depan, Pekanbaru: Yayasan Penerbit MSI, Riau.

Wellek, Rene dan Austin Warren. 1993. Teori Kesusasteraan. Terjemahan Melani Budianta, Jakarta: Gramedia Pustaka Ulama.

Yotam dkk., (2016) Nilai Budaya Dalam Legenda Kampong Tubak Raeng, Jurnal Ilmiah, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. diambil dari http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/viewFile/14322/ 12807 (diakses 19 Juli 2017).




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/sawer.v23i2.260

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.