REFLEKSI SIKAP DALAM KESANTUNAN TUTURAN CERPEN ANAK (The Attitude Reflection on Children Short Stories Speech Politeness)

Retno Hendrastuti

Abstract


In language use context, attitude and politeness are two related things. Here, positive attitude is not always reflected politeness when it hurts and harms others and negative attitude is not always reflected impoliteness when it makes other happy and relief. This research aims to describe the attitude aspects (affect, judgment, and appreciation) of children stories speeches and its functions. This research uses qualitative descriptive method. The data are direct speeches that will be analyzed based on language politeness and attitude (appraisal) theories. The result of the analysis shows that in children stories speeches the politeness was dominated by the use of positive attitude aspects and on the other side impoliteness was dominated by the use of negative attitude aspects. Nevertheless, there were the use of positive attitude aspects that showed impoliteness and the use of negative attitude aspects that showed politeness. Then, the politeness with positive attitude functioned as concern and optimism expressions, and negative attitude functioned as concern and hope expressions; the impoliteness with positive and negative attitudes functioned as rejection and self boasting.


Abstrak

Dalam konteks penggunaan bahasa, sikap dan kesantunan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Namun, terkadang sikap positif tidak selalu merefleksikan kesantunan ketika ada unsur menyakiti atau merugikan orang lain dan sebaliknya sikap negatif tidak selalu merefleksikan ketidaksantunan ketika membahagiakan dan meringankan beban orang lain. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis sikap (perasaan, penilaian, dan penghargaan) dan fungsinya yang terefleksi pada kesantunan tuturan langsung dalam cerita anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan langsung dalam cerita anak yang dianalisis berdasarkan teori kesantunan bahasa serta teori sikap (appraisal). Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam tuturan cerita anak, penggunaan aspek sikap positif mendominasi dalam pematuhan dan sebaliknya penggunaan aspek sikap negatif mendominasi dalam ketidaksantunan tuturan. Namun demikian, ada penggunaan aspek sikap positif yang menunjukkan ketidaksantunan tuturan serta penggunaan aspek sikap negatif yang menunjukkan kesantunan tuturan. Kemudian, kesantunan tuturan dengan sikap positif berfungsi sebagai ekspresi perhatian dan optimisme, sedangkan sikap negatif berfungsi sebagai ungkapan keprihatinan dan pengharapan. Pada ketidaksantunan tuturan sikap positif maupun negatif berfungsi sebagai ungkapan penolakan dan kesombongan.



Keywords


speeches; children story; politenes; and attitude; tuturan; cerita anak; kesantunan; dan sikap

Full Text:

PDF

References


Akhyaruddin. Strategi Kesantunan Berbahasa Indonesia Warga Kampus Universitas Jambi dalam Meminimalkan Paksaan kepada Petutur. (2012). Diambil dari http://journal.unbari.ac.id/index.php/JIP/article/view/69. (Diakses 20 September 2015), pukul 13.24 WIB.

Brown, P. & Levinson, S. C. (1987), Politeness: Some Universals in Language Usage. New York: Cambridge University Press.

Cahyani, I. & Mulyati, Y. (2012), Paradigma Pendidikan Karakter Bangsa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Berbasis Budaya. Universitas Indonesia: Jakarta.

Leech, G.N. (2014), The Pragmatics of Politeness. New York: Oxford University Press.

Martin, J.R., & Rose, D. (2003), Working with Discourse: Meaning Beyond the Clause. London: Continuum.

Martin, J.R., & White, P. R. R. (2005), The Language of Evaluation: Appraisal in English. New York: Palgrave Macmillan.

Moleong, L.J. (2000), Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Rustono. (1999), Pokok-Pokok Pragmatik. Semarang: CV IKIP Semarang Press.

Santosa, R. (2017), Metode Penelitian Kualitatif Kebahasaan. Surakarta: UNS Press.

Sari, E.S. (2007) “Sikap dan Perilaku Manusia dalam Dongeng: Tinjauan Struktural terhadap Dongeng Dewi Andarini, Banta Berensyah, Putri Tandampalik, Raja Kobubu, dan Putri Papu”. Tesis. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Subroto, E. (2007), Pengantar Metode Penelitian Linguistik Struktural. Surakarta: LPP UNS dan UNS Press.

Sulistyorini. Nilai Moral dalam Dongeng. (2009, Februari). Diambil dari http://Sulistyorinih.blog.friendster.com/2009/02/Nilai-Moral-dalam Dongeng. Html (Diakses 17 Agustus 2016).

Sutopo, H. B. (2006), Penelitian Kualitatif: Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Wijana, D. P. (1996), Dasar-Dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi Offset.

Yule, G. (2006), Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/sawer.v23i2.257

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.