FATIS BAHASA MELAYU DIALEK MUSI DALAM TUTURAN SEHARI-HARI MASYARAKAT PETALING (Fatis of Melayu Language in Musi Dialect in Daily Utterances of Petaling Society)

imron hadi

Abstract


Kecenderung pemakaian bentuk fatis yang dapat diterima dan dipahami oleh penutur bahasa lain membuat bentuk fatis yang berciri bahasa daerah semakin ditinggalkan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menjelaskan bentuk dan fungsi fatis bahasa Melayu dialek Musi dalam tuturan sehari-hari masyarakat desa Petaling dengan metode deskriptif, kemudian, pengumpulan dan dianalisis data dengan teknik agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatis bahasa Melayu dialek Musi digunakan untuk mengawali, mempertahankan, dan mengakhiri tuturan yang berbentuk partikel, kata, frasa, dan klausa dan berfungsi deklaratif (pengingkaran dan permintaan atau permohonan, larangan atau penolakan), dan sapaan.

 

abstrak

Trend to use the acceptable dan understandable fatis by other language user make local fatis is more stayed
aside by its users. Because of that, this research is aimed to identify dan describe form dan function of Musi
dialect in daily utterances by Petaling society with descriptive method then, data collecting and analysis using
distributional technique. The result shows that the fatis of Musi dialect used to begin or start, to keep, dan to
end the utterances in the form of particles, words, phrases, and clause. Then, the fatic function is to declare
(negation, positive dan negative request), and to greet.


Keywords


fatic; daily utterance; Musi dialect;fatis; tuturan sehari-hari; dialek Musi

Full Text:

PDF

References


Agustina. (2007), Kelas Kata Bahasa

Mianangkabau, Padang: FBSS UNP.

Bachari, Andika Dutha. (2007). Mengungkap

Bentuk Fatis dalam Bahasa Sunda

Linguistik Indonesia, tahun ke 25, No. 2,

Agustus 2007, 138—156.

Faizah, Hasnah AR, (2000). Kategori Fatis dalam

Bahasa Melayu Dialek Kuok, Skripsi,

Pekan Baru: Universitas Riau.

Hadi, Imron Hadi. (2013), Pronomina Persona

Sapaan antara Suami dan Istri dalam

Dialek Musi: Analisis Bentuk dan Makna.’

Salingka, Volume 12, No. 1. Juni 2013,

—50.

Hilmiati. (2012), Bentuk Fatis Bahasa Sasak.

Mabasan. Volume 6, Nomor 2, Juli-

Desember 2012, 18—27.

Jumanto. (2008), Komunikasi Fatis di Kalangan

Penutur Jati Bahasa Inggris, Semarang:

World Pro.

Kridalaksana, Harimurti. (2008), Kelas Kata

dalam Bahasa Indonesia, Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Moleong, Lexy J. (2002), Metode Penelitian

Kualitatif, Bandung: PT. Remaja

Rosdakarya.

Mulyana, Deddy. (2006), Ilmu Komunikasi

Suatu Pengantar, Bandung: PT.Remaja

Rosdakarya.

Qurniati, Evi. (2013), Bentuk Fatis Tuturan Guru

dalam Interaksi Kelas Bahasa Indonesia,

Skripsi, Malang: Universitas Negeri

Malang.

Sopiah. (2010), Komunikasi Phatic dalam

Keluarga, Jurnal Komunikasi Massa,

Volume 3, Nomor 2. Juli 2010, 1—16.

Sudaryanto. (2015), Metode dan Aneka Teknik

Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian

Wahana Kebudayaan secara Linguistis,

Yogyakarta: Sanata Dharma University

Press.

Suhardi, (2014), Prosfek Keekonomian

Masyarakat Desa Petaling, Petaling:

Dokumen Pemerintah.

Yulianti, Dewi. (2016), Komunikasi Fatis dalam

Wacana Konsultatif Pembimbingan

Skripsi, Skripsi, Yogyakarta: Universitas

Sanata Dharma Yogyakarta.

Yusra, Hasnawatil, Agustina, dan Andria C. T.

(2012), Kategori Fatis Bahasa Minang

dalam Kaba Rancak di Labuah. Jurnal

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,

Vol. 1 No. 1 September 2012: Seri G 515

– 599.




DOI: https://doi.org/10.26499/sawer.v23i1.203

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.