BENTUK NEGASI DALAM BAHASA BANUA DI KALIMANTAN TIMUR (Negation Forms in Banua Language in East Kalimantan)

nurul masfufah

Abstract


Dalam komunikasi sehari-hari penutur bahasa Banua sering memanfaatkan bentuk negasi untuk penolakan, pembatalan, dan peniadaan. Fenomena kebahasaan tersebut sangat menarik untuk dikaji. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk negasi dalam bahasa Banua dan pemakaiannnya. Kajian negasi bahasa Banua ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data berasal dari wacana tulis dan lisan, khususnya yang terdapat pemakaian bentuk negasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, catat, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Dalam tulisan ini ditemukan beberapa bentuk negasi dalam bahasa Banua, antara lain negasi cada, lain, jangan, ballum, dan indada. Bentuk negasi tersebut memiliki perbedaan fungsi dan makna. Pemakaian negasi bahasa Banua dapat terjadi pada bagian kalimat yang terdapat dalam kalimat majemuk dan pada keseluruhan kalimat yang terdapat dalam kalimat tunggal. Dilihat dari ketegaran letaknya, kelima negasi tersebut sangat kuat karena posisi negasi tersebut tidak dapat dipindahkan di sebelah kanan fungsi predikat atau di sebelah kiri fungsi subjek dan objek.

            

Abstract

In daily communication, speakers of Banua language often use forms of negation to refuse, cancel, and nullify things. This phenomenon is very interesting to study. This paper aims to describe the forms of negation and how they are used in Banua language. It uses descriptive method. The data are from written and oral discourse, especially those that use the negation forms. The data were collected after reading, recording, and interviewing. The data were analysed using descriptive qualitative analysis technique. It revealed some forms of negation in Banua language, like cada, lain, jangan, ballum and indada. Those forms of negation have different functions and meanings. The negation in Banua language may occur in a part of a sentence in a compound sentence and in a whole sentence in a single sentence. Judging from its firmness, the five negations are very strong because the negation position can not be moved to the right of the predicate function or to the left of the subject and object functions.

 


Keywords


negation; sentence; Banua language; syntax; negasi; kalimat; bahasa Banua; sintaksis

Full Text:

PDF

References


Alwi, Hasan, dkk. (2003). Tata Bahasa Baku

Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Arifin, Syamsul, dkk. (1990). Tipe-Tipe Klausa

Bahasa Jawa. Jakarta: Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan.

Ba’dulu, Abdul Muis dan Herman. (2005).

Morfosintaksis. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. (2006). Tata Bahasa Praktis

Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Djajasudarma, T. Fatimah. (1993). Metode

Linguistik: Ancangan Metode Penelitian

dan Kajian. Bandung: PT Eresco.

Laginem. (1999). “Pengingkaran dalam Bahasa

Jawa”. Widyaparwa. Nomor 53, Oktober

Yogyakarta: Balai Bahasa Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ramlan, M. (1996). Ilmu Bahasa Indonesia

Sintaksis. Yogyakarta: CV. Karyono.

Rusbiyantoro, Wenni, dkk. (2008). Kamus

Bahasa Banua – Indonesia. Samarinda:

Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan

Timur.

Sudaryono. (1993). Negasi dalam Bahasa

Indonesia: Suatu Tinjauan Sintaksis dan

Semantik. Jakarta: Pusat Pembinaan dan

Pengembangan Bahasa.

Sutopo, H.B. (2002). Metode Penelitian

Kualitatif: Dasar Teori dan Penerapannya

dalam Penelitian. Surakarta: Sebelas

Maret University Press.

Syafar, Dian Noriani. (2016). ”Negasi dalam

Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris”.

Arbitrer.Vol. 3, N0. 1, Edisi April 2016.

Padang: Universitas Andalas.




DOI: https://doi.org/10.26499/sawer.v23i1.193

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.