ANALISIS SEMANTIK CERITA LAKIPADADA (Semantics Analysis of Lakipadada Story)

Jusmianti Garing

Abstract


Toraja reserved the complexity of the language, literature, and unique culture. However, the complexity indeed contributed positive impact towards Toraja people’s life in the past, present, and future. Toraja language itself has the different structure with existing languages and has complex meaning, as well as on literature and culture. The research discussed the semantic analysis of Lakipadada story as a part of the literature and culture of Torajanese. The purpose of this research is to describe semantics in Lakipadada story qualitatively-descriptive. The primary data (oral data) is utterances of Toraja language, namely words, phrases, and sentences obtained through an interview, note, and record technique. The source of data (written data) is gained from the book ‘Cerita Lakipadada’ (Lakipadada story). The result shows that the meaning contained in the Lakipadada story is lexical meaning, grammatical meaning, figurative meaning, and proverb meaning. Those semantic elements result denotation meaning, connotation meaning, referential meaning, intransitive meaning, progressive meaning, simile/supposition meaning, and philosophical meaning. The meanings reflect the life of Torajanese people who have polite language and unique culture.

abstrak

Toraja menyimpan kompleksitas bahasa, sastra, dan budaya yang unik. Namun, kompleksitas tersebut justru memberikan dampak positif terhadap kehidupam masyarakat Toraja dulu, kini, dan akan datang. Bahasa Toraja sendiri memiliki struktur bahasa yang berbeda dengan bahasa-bahasa yang ada dan memiliki makna yang kompleks, begitupun terhadap sastra dan budayanya. Penelitian ini membahas mengenai semantik dalam cerita rakyat Toraja ‘Lakipadada’ sebagai bagian dari sastra dan budaya masyarakat Toraja. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna atau semantik dalam cerita rakyat Lakipadada secara kualitatif berdasarkan data lapangan. Data primer berupa tuturan bahasa Toraja dalam bentuk kata, frasa, dan kalimat. Sumber data diperoleh dari buku mengenai ‘Cerita Lakipadada’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna yang terdapat dalam cerita rakyat Toraja ‘Lakipadada’ adalah makna leksikal, makna gramatikal, makna kias, dan pepatah. Unsur-unsur semantik tersebut menghasilkan makna denotasi, konotasi, makna yang berdasarkan referensinya, makna intransitif, makna progresif, makna perumpamaan, dan makna filosofis. Makna-makna tersebut mencerminkan kehidupan masyarakat Toraja yang memiliki bahasa santun dan budaya unik.

 


Keywords


semantics; story; Lakipadada; Toraja; semantic; cerita; Lakipadada; Toraja

Full Text:

PDF

References


Abrams, M.H. (1981). A Glossary of Literary Terms.New York: Holt Rinehart and Winston.

Bauerle, R.Ed. (1979). Semantics from Different Points of View. Berlin: Springer Verlag.

Chaer, Abdul. (2009). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

----------------. (2012). Linguistik Umum. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Garing, J. (2014). ‘Modalitas dalam Bahasa Toraja’. Jurnal Sawerigading. Volume 12, No 1, Juni 2014. Makassar: Balai Bahasa Sulawesi Selatan.

George, F.H. (1964). Semantics. London: The English University Press.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Lehrer, Adriene. (1974). Semantic Field and Lexical Structure. Amsterdam: North Holland Publ.

Lyons, John. (2006). Linguistic Semantics: an Introduction. Cambridge University Press.

Palimbong, C.L. (t.th). Cerita Lakipadada. Toraja: Yayasan Torajalogi.

Pradopo, Rahmat Djoko. (1994). Stilistika dalam Buletin Humaniora No. 1 tahun 1994. Yogyakarta: Fakultas Sastra UGM.

Saeed, John. (1997). Semantics. Maldem: Blackwell Publisher Inc.

Salombe, dkk. (1978/1979). Struktur Morfologi dan Sintaksis Bahasa Toraja Saqdan. Ujung Pandang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Samuel, A. & Kiefer, F. (1996). A Theory of Structural Semantics. The Hague-Paris: Mouton.

Sikki, dkk. (1986). Struktur Sastra Lisan Toraja. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Slametmuljana. (1964). Semantik. Djakarta: Djambatan.

Sugono, D. & Alwi, H. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Edisi Kelima. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Verhaar, J.W.M. (2010). Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sawerigading, Vol. 23, No. 1, Juni 2017: 115—124




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/sawer.v23i1.188

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

 Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.