MENGINTROSPEKSIKAN KEMUNCULAN DAN SIFAT ALAMI BERITA PALSU SEBAGAI GENRE DENGAN PARAMETER TEKSTUAL: PEMROSESAN TEKS SEMIOTIKA KOGNITIF (Introspecting the Emergence and Nature of Fake News as A Genre with Textual Parameter: Cognitive Semiotics Text Processing)

Thafhan Muwaffaq, Lusi Lian Piantari

Abstract


Dalam makalah ini, kami mengintrospeksikan berita palsu sebagai genre yang pemroduksiannya diasumsikan sebagai terhubung dengan sosio-tekstual dinamik; parameter; dan intensionalitas tindak tutur. Literatur berita palsu sejauh ini belum menjelaskan secara terperinci bagaimana sifat alami dan dinamika teks berita palsu sebagai genre. Sebagai bagian dari kerangka kerja pemrosesan teks semiotika kognitif, kami menerapkan metode introspeksi atas 57 teks yang dilaporkan Kemenkominfo sebagai berita palsu pada bulan April 2020 dan Juni 2020. Sebagai tambahan, pesan terusan media whatsapp dan unduhan video media sosial yang telah diteruskan secara frekuen juga dijadikan objek introspeksi. Beberapa argumen hipotetikal yang kami ajukan adalah (1) kemunculan berita palsu sebagai genre adalah hasil dinamika sosio-tekstual yang meliputi penerimaan dan penolakan sosial terhadap teks yang kami sebut sebagai “berita rumor”. Kemunculan berita palsu sebagai genre mempercontohkan stabilitas genre, sementara proses dinamik yang mengubah berita rumor menjadi berita palsu adalah perkembangan genre. Selanjutnya, (2) tekstualitas berita rumor maupun berita palsu dikonstitusikan oleh unsur-unsur linguistik dan non-linguistik yang mengaktivasi bingkai pemberitaan. Aktivasi bingkai pemberitaan dalam berita rumor secara hipotetikal memberi efek penyita atensi pembaca, sehingga melemahkan daya kognitif yang dibutuhkan untuk bersikap kritis. (3) Kami memproposisikan terdapat perbedaan parametrik antara genre berita rumor dengan genre berita palsu, sekalipun keduanya termanifestasikan sebagai teks yang sama. Perbedaan parametrikal tersebut kami anggap sebagai ilustrasi perkembangan dinamik genre, teks, dan sosial yang dapat mengubah jenis teks seperti dicontohkan genre berita rumor dan berita palsu. (4) Terkait intensionalitas, kami menklaim pembuat teks (penutur) berita palsu melanggar aturan-aturan semantik dan pragmatik dalam prinsip illocutionary acts (selanjutnya tindakan-tindakan ilokusioner) dengan intensi deseptif dan penggunaan tuturan serius. Anonimitas pembuat teks senantiasa menyelamatkan pembuat teks dari intensionalitas tersebut, sementara menaruh penyebar teks naif atau propagator sebagai pengemban tanggung jawab dari fabrikasi dalam teks. Signifikansi penelitian kami adalah proposisi yang dapat dijadikan landasan untuk merumuskan hipotesis untuk pengujian di penelitian mendatang. Dengan poin-poin substansial yang kami paparkan, makalah ini menyediakan penggambaran sifat alami dan dinamika berita palsu sebagai genre secara komprehensif.

 


Keywords


pemrosesan teks, genre, parameter, intensionalitas, semiotika kognitif

Full Text:

PDF

References


Barsalou, L. W. (1999). Perceptual symbol systems and emotion. Behavioral and Brain Sciences, 22(4), 612–613. https://doi.org/10.1017/S0140525X99252144

Brandt, P. A. (2011). What is cognitive semiotics? A new paradigm in the study of meaning. Signata, 2, 49–60. https://doi.org/10.4000/signata.526

Brandt, P. A. (2020). Cognitive Semiotics: Signs, Mind, and Meaning. Bloomsbury Academic.

Bronstein, M. V., Pennycook, G., Bear, A., Rand, D. G., & Cannon, T. D. (2019). Belief in Fake News is Associated with Delusionality, Dogmatism, Religious Fundamentalism, and Reduced Analytic Thinking. Journal of Applied Research in Memory and Cognition, 8(1), 108–117. https://doi.org/10.1016/j.jarmac.2018.09.005

Brown, D. (2014). How to choose your news. TED-Ed. https://www.youtube.com/watch?v=q-Y-z6HmRgI&ab_channel=TED-Ed

Bundgaard, P. F. (2010). Means of meaning making in literary art: Focalization, mode of narration, and granularity. Acta Linguistica Hafniensia, 42(October 2014), 64–84. https://doi.org/10.1080/03740463.2010.482316

Bundgaard, P. F., & Stjernfelt, F. (2016). Investigations into the phenomenology and the ontology of the work of art: What are Artworks and How do we Experience Them. In P. F. Bundgaard & F. Stjernfelt (Eds.), Springer Nature (Vol. 81). Springer Nature. https://doi.org/10.1080/20539320.2016.1256068

Daddesio, T. C. (2013a). 1. Semiotics and cognition. In On Minds and Symbols. DE GRUYTER. https://doi.org/10.1515/9783110903003.17

Daddesio, T. C. (2013b). 2. Cognition in the wake of the linguistic turn. In On Minds and Symbols. DE GRUYTER. https://doi.org/10.1515/9783110903003.45

De keersmaecker, J., & Roets, A. (2017). ‘Fake news’: Incorrect, but hard to correct. The role of cognitive ability on the impact of false information on social impressions. Intelligence, 65, 107–110. https://doi.org/10.1016/j.intell.2017.10.005

Fauconnier, G., & Turner, M. (1998). Conceptual integration networks. Cognitive Science, 22(2), 133–187. https://doi.org/10.1207/s15516709cog2202_1

Fillmore, C. J. (1982). Fillmore - Frame Semantics.pdf.

Friend, S. (2012). VIII-F iction as a G enre . Proceedings of the Aristotelian Society (Hardback), 112(2pt2), 179–209. https://doi.org/10.1111/j.1467-9264.2012.00331.x

Garrod, S., & Doherty, G. (1994). Conversation, co-ordination and convention: an empirical investigation of how groups establish linguistic conventions. Cognition, 53(3), 181–215. https://doi.org/10.1016/0010-0277(94)90048-5

Gibbs, R. W., & Colston, H. L. (1995). The cognitive psychological reality of image Schemas and their transformations. Cognitive Linguistics, 6(4), 347–378.

Guo, B., Ding, Y., Sun, Y., Ma, S., Li, K., & Yu, Z. (2021). The mass, fake news, and cognition security. In Frontiers of Computer Science (Vol. 15, Issue 3, pp. 1–13). Higher Education Press Limited Company. https://doi.org/10.1007/s11704-020-9256-0

Hendersen, D. J. O., & Clark, H. H. (2007). Retelling narratives as fiction or nonfiction. Proceedings of the 29th Annual Cognitive Science Society, 353–358.

Hoffman, D. (2000). Visual Intelligence: how do we create what we see. WW Norton & Company.

Ilahi, H. N. (2019). Women and Hoax News Processing on WhatsApp. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 22(2), 98. https://doi.org/10.22146/jsp.31865

Lakoff, G., & Johnson, M. (1980). Metaphors We live By. University of Chicago Press.

Lakoff, G., & Johnson, M. (1999). Philosophy in The Flesh The Embodied Mind and Its Challenge to Western Thought (Issue c). Basic Books.

Lutz, B., Adam, M. T. P., Feuerriegel, S., Pröllochs, N., & Neumann, D. (2020). Affective Information Processing of Fake News: Evidence from NeuroIS. Lecture Notes in Information Systems and Organisation, 32, 121–128. https://doi.org/10.1007/978-3-030-28144-1_13

Mesoudi, A., & Whiten, A. (2008). The multiple roles of cultural transmission experiments in understanding human cultural evolution. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 363(1509), 3489–3501. https://doi.org/10.1098/rstb.2008.0129

Mesoudi, A., Whiten, A., & Dunbar, R. (2006). A bias for social information in human cultural transmission. British Journal of Psychology, 97(3), 405–423. https://doi.org/10.1348/000712605X85871

Moravec, P., Minas, R., & Dennis, A. R. (2018). Fake News on Social Media: People Believe What They Want to Believe When it Makes No Sense at All. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.3269541

Muwaffaq, T. (2018). Introspeksi Masa Lalu Terfragmentasi dan Narasi Bermoda Percakapan dalam Yang Sudah Hilang oleh Pramoedya Ananta Toer. JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, 4(3), 171 – 184–184.

Muwaffaq, T., Komar, N., & Armandaru, R. (2020). Apocalyptic Narrative Schemas in Dystopian Film. International Journal of Humanity Studies, 3(2), 211–227.

Østergaard, S., & Bundgaard, P. F. (2015). The emergence and nature of genres – a social-dynamic account. Cognitive Semiotics, 8(2). https://doi.org/10.1515/cogsem-2015-0007

Pennycook, G., & Rand, D. G. (2019). Lazy, not biased: Susceptibility to partisan fake news is better explained by lack of reasoning than by motivated reasoning. Cognition, 188, 39–50. https://doi.org/10.1016/j.cognition.2018.06.011

Prasetyo, A. R., Indrianti, & Adikara, P. P. (2018). Klasifikasi Hoax Pada Berita Kesehatan Berbahasa Indonesia Dengan Menggunakan Metode Modified K-Nearest Neighbor. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer (J-PTIIK) Universitas Brawijaya, 2(12), 7466–7473.

Searle, J. R. (2006). The Logical Status of Fictional Discourse. New Literary History, 6(2), 319. https://doi.org/10.2307/468422

Tavlin, N. (2015). How false news can spread. TED-Ed. https://www.youtube.com/watch?v=cSKGa_7XJkg&list=PL6SFacKPhkdQ8qGuXUfYHOSEt-m6n6PxV&index=4&ab_channel=TED-Ed

Veno, H., & Fakhriah, E. L. (2019). Efektiftiviras Undang Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik terhadap Penanganan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (hoax). Jurnal Scientia Regendi, Vol. I(No. 1), 43–52.

Wang, W. Y. (2017). “Liar, liar pants on fire”: A new benchmark dataset for fake news detection. ACL 2017 - 55th Annual Meeting of the Association for Computational Linguistics, Proceedings of the Conference (Long Papers), 2, 422–426. https://doi.org/10.18653/v1/P17-2067

Yasendalika, R., Andalas, U., Sawirman, P., & Rina Marnita, P. (2020). THE TRANSITIVITY OF COVID-19 HOAX DISCOURSE IN INDONESIAN MEDIA. LINGUISTIK : Jurnal Bahasa Dan Sastra, 5(1), 187–199. https://doi.org/10.31604/linguistik.v5i1.187-199

Zafarani, R., Zhou, X., Shu, K., & Liu, H. (2019). Fake news research: Theories, detection strategies, and open problems. Proceedings of the ACM SIGKDD International Conference on Knowledge Discovery and Data Mining, 3207–3208. https://doi.org/10.1145/3292500.3332287

Zlatev, J. (2015). Cognitive semiotics. In International Handbook of Semiotics (pp. 1043–1067). Springer Netherlands. https://doi.org/10.1007/978-94-017-9404-6_47

Zwaan, R. A. (1994). Effect of Genre Expectations on Text

Comprehension. Journal of Experimental Psychology: Learning, Memory, and Cognition, 20(4), 920–933.




DOI: https://doi.org/10.26499/sawer.v28i2.1046

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 SAWERIGADING

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SAWERIGADING INDEXED BY:

Google ScholarIndonesian Scientific Journal Database (ISJD) WorldCat 

 

________________________________________________________________________________

@2016 Sawerigading, Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat. Powered by OJS  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.